Seorang penyintas kekerasan seksual mendesak Senat Amerika Serikat untuk menolak calon Jaksa Agung yang diajukan Donald Trump, Todd Blanche.

Desakan itu muncul setelah pertemuan pribadi dengan mantan pengacara pidana tersebut.

>>> Wamen Nezar: Aksesibilitas Digital Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Annie Farmer, yang selamat dari kekerasan seksual oleh mendiang Jeffrey Epstein, bertemu dengan Blanche bersama korban lainnya.

Epstein diketahui bersosialisasi dengan Trump selama hampir dua dekade sebelum kematiannya di tahanan.

"Setelah bertemu Todd Blanche, saya semakin yakin untuk mendesak senator agar menolak konfirmasinya sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat," kata Farmer.

Farmer mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap sikap Blanche selama diskusi tertutup. Ia menilai perilaku Blanche sangat kontras dengan kesaksian publiknya saat sidang konfirmasi.

"Saya mendapatinya kasar, merendahkan, dan sengaja tidak berkomitmen kepada para penyintas. Ini sangat berbeda dengan kesaksian publiknya," ujar Farmer.

>>> Keterbukaan Informasi Publik: Kunci Jakarta Menuju 50 Kota Global Dunia

Menurut Farmer, Blanche cepat menyalahkan kegagalan pemerintahan sebelumnya, namun menolak bertanggung jawab atas kesalahan di bawah kepemimpinannya sendiri.

Ia juga tidak mau berkomitmen untuk menyelidiki mengapa laporan saudarinya, Maria Farmer, pada 1996 tidak ditindaklanjuti.

Blanche juga menolak merilis dokumen terkait diskusi internal tentang penuntutan Epstein.

Penjelasannya mengenai wawancara sembilan jam dengan Ghislaine Maxwell dan pemindahannya ke fasilitas yang kurang aman dinilai tidak memuaskan.

"Sikapnya yang mengelak terasa seperti upaya sengaja untuk mengklaim bahwa kantor Jaksa Agung tidak berdaya dalam masalah ini.

>>> Biaya Merawat Gigi di Indonesia Termahal Kedua di ASEAN

Dengan terus mengalihkan tanggung jawab, ia membuat penyintas terjebak dalam lingkaran pencarian jawaban tanpa akhir," tambah Farmer.