AST SpaceMobile Tunda Peluncuran Komersial hingga 2027, Incar Akuisisi Penyedia Roket
Perusahaan rintisan satelit asal Texas, AST SpaceMobile, mengumumkan penundaan peluncuran layanan komersial satelit-ke-ponsel hingga tahun 2027.
Keputusan ini diumumkan bersamaan dengan rencana penerbitan obligasi konversi senilai $1 miliar pada Rabu, 15 Juli 2026.
>>> Trailer Fatal Fury City of the Wolves Ungkap Karakter Baru Season 3, Rilis 23 Juli
Penundaan tersebut disebabkan oleh kendala ketersediaan peluncuran, terutama setelah roket New Glenn milik mitra peluncur Blue Origin meledak saat uji coba darat bulan lalu.
Dalam pengajuan ke SEC, AST SpaceMobile menyatakan bahwa kampanye peluncurannya kini menargetkan sekitar 45 satelit BlueBird pada awal 2027.
Saham AST SpaceMobile langsung anjlok 12% setelah pengumuman tersebut, melanjutkan tren penurunan mingguan.
Dana Segar untuk Akuisisi Peluncur
Perusahaan berencana menggunakan sisa dana dari penawaran obligasi untuk mendanai akses orbit, termasuk melalui kemitraan atau akuisisi penyedia peluncuran.
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada penyedia peluncur pihak ketiga dan mengintegrasikan secara vertikal bisnis jaringan broadband seluler berbasis ruang angkasa.
>>> Netflix Hadapi Tekanan Keterlibatan Pengguna Jelang Laporan Laba Kuartal Kedua
Meski demikian, AST SpaceMobile menegaskan belum ada kesepakatan formal untuk membeli perusahaan kedirgantaraan mana pun saat ini.
Analis komunikasi satelit Tim Farrar menilai langkah ini sebagai perubahan strategi yang menarik, dari yang sebelumnya fokus pada akuisisi spektrum menjadi investasi di kemampuan peluncuran.
Farrar mempertanyakan ketersediaan target akuisisi yang sesuai, terutama yang mampu meluncurkan satelit seberat 4.500 kg dalam waktu dekat.
Salah satu target yang disebut-sebut adalah United Launch Alliance (ULA), namun akuisisi tersebut berpotensi mengganggu jadwal peluncuran yang sudah ada, termasuk komitmen multi-miliar dolar dengan Amazon untuk Proyek Kuiper.
Amazon telah menginvestasikan sekitar $4 miliar ke ULA dan dapat menuntut pengembalian dana miliaran dolar jika jadwal peluncurannya tertunda.
>>> Saham Oracle Bergejolak di Tengah Ekspansi Infrastruktur AI
Analis juga menyebut Firefly Aerospace, Relativity Space, dan Stoke Space sebagai calon target akuisisi potensial lainnya.
Update Terbaru
Cara Cek Perkembangan Harga Emas 2026 Secara Akurat dengan Data Terupdate Setiap Hari
Jumat / 17-07-2026, 01:07 WIB
Hakim Minta Jaksa Penuhi Permintaan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi
Jumat / 17-07-2026, 00:56 WIB
IKN Tetap Bangun Pusat Finansial Meski Tak Jadi Lokasi PFII, 6 Bank Siap Masuk
Jumat / 17-07-2026, 00:56 WIB
BPK Temukan Dana Bansos Error Rp2 Triliun, Gus Ipul: Sudah Dikembalikan ke Kas Negara
Jumat / 17-07-2026, 00:56 WIB
Usai Ijazah, Keaslian Almamater Jokowi Dipertanyakan: Tak Pernah Diundang UGM
Jumat / 17-07-2026, 00:56 WIB
Rogbid Luncurkan Kipas Genggam Breeze dengan Bodi Logam dan Pendingin
Jumat / 17-07-2026, 00:56 WIB
ICC Beri Peringatan ke Gurnoor Brar Akibat Lemparan Bola Tak Pantas
Jumat / 17-07-2026, 00:52 WIB
LeBron James Bicara di New York di Tengah Antisipasi NBA Free Agency
Jumat / 17-07-2026, 00:52 WIB
El Nino Kuat Ancam Pecahkan Rekor Suhu Global
Jumat / 17-07-2026, 00:52 WIB
Penggemar Bertanya-tanya soal Momen Avengers: Endgame di Doomsday
Jumat / 17-07-2026, 00:50 WIB
Mantan Developer: Elder Scrolls Online Tak Mampu Pertahankan Kecepatan Rilis Konten
Jumat / 17-07-2026, 00:50 WIB
Super Mario 64 Berhasil Dijalankan di Konsol Termahal Era 90-an, Meski 'Agak' Fungsional
Jumat / 17-07-2026, 00:50 WIB
Netflix Rilis Serial Komedi Golf The Hawk Dibintangi Will Ferrell
Jumat / 17-07-2026, 00:49 WIB
Carlos Alcaraz Masuk Daftar Cincinnati Open Usai Pulih dari Cedera
Jumat / 17-07-2026, 00:49 WIB







