Lebih dari 100 Anggota DPR AS Demokrat Dukung Blokir Bantuan Militer ke Israel
Kami tidak boleh memberikan cek kosong untuk bantuan militer ke negara mana pun yang tidak mematuhi hukum, kepentingan, dan nilai-nilai AS," ujarnya.
Anggota DPR Emily Randall dari Washington juga mendukung amandemen dan menyerukan pendekatan diplomatik yang direvisi.
"Voting saya mencerminkan perlunya perubahan fundamental dalam pendekatan kita terhadap pemerintahan Netanyahu yang berada di sayap kanan," kata Randall.
>>> Indiana Fever Ungguli Kompetitor WNBA Berkat Lonjakan Tembakan Jarak Jauh
Randall memperjelas posisinya tentang jenis pendanaan yang harus diberikan AS ke depan. "Itu berarti tidak ada lagi pendanaan tambahan untuk senjata ofensif," tegasnya.
Sebaliknya, anggota DPR Suzan DelBene menolak amandemen tersebut dengan alasan kekhawatiran akan gangguan terhadap bantuan kemanusiaan.
"Amandemen hari ini akan membawa kita ke arah yang salah dengan memotong bantuan kemanusiaan dan bantuan diplomatik," kata DelBene.
Anggota DPR Rick Larsen juga menentang amandemen, memperingatkan bahwa RUU tersebut akan menghalangi negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung.
"Saya memilih 'tidak' pada amandemen Republik yang akan melarang pendanaan diplomatik, kemanusiaan, pembangunan, atau keamanan terkait Israel," ujar Larsen.
Anggota DPR Ami Bera, yang duduk di Komite Urusan Luar Negeri dan Intelijen DPR, memilih untuk 'hadir' karena perkembangan regional.
Ia mengutuk perilaku pemerintah Netanyahu dalam perang di Gaza, krisis kemanusiaan yang diakibatkannya, tindakannya di Lebanon, kegagalannya menghadapi kekerasan pemukim di Tepi Barat, dan perannya dalam menyeret AS ke dalam perang dengan Iran.
Sementara itu, anggota DPR Jared Huffman menjelaskan bahwa banyak rekannya memandang voting ini sebagai platform untuk menyuarakan keprihatinan kebijakan luar negeri mereka.
"Ada keinginan yang sangat besar di antara sebagian besar Demokrat untuk memberi sinyal perubahan kebijakan terhadap Israel dan di kawasan," kata Huffman.
Update Terbaru
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030
Kamis / 16-07-2026, 13:22 WIB
Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Siapkan Rencana Invasi ke Kuba
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
WN Singapura Cekik Pacar di Bali Hingga Tewas, Pelaku Ditangkap
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Iran Lancarkan Serangan Siber ke HP Tentara AS di Timur Tengah
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Terungkap Isi Cekcok Bellingham dan Messi Saat Inggris vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
Cristian Romero Viral Usai Rayakan Gol dan Kemenangan di Depan Pemain Inggris
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB
FIFA Rencanakan Halftime Show di Final Piala Dunia 2026, Kontroversi Muncul
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai Terkait Bocornya Surat Perjalanan Dinas
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
AS Ikut Tembaki Kapal Tanker di Dekat Selat Hormuz, Ada Apa?
Kamis / 16-07-2026, 13:16 WIB
Fenomena SDN Minim Murid, Komisi X DPR Beri Catatan Buat Pemerintah
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB
Luke Vickery Resmi Ambil Sumpah WNI, Satu Langkah Lagi Bela Timnas Indonesia
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB
KPK Periksa Tenaga Ahli Bobby Rizaldi dan Dirjen PKN V BPK
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Percepat Penetration Testing Jadi Hitungan Jam
Kamis / 16-07-2026, 13:14 WIB







