Diinterupsi saat Kuliah Umum, Amran Minta Mahasiswa Tak Terprovokasi
>>> Wamendagri Dorong Pemda Wujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045
Amran juga mengajak peserta melihat interupsi tersebut sebagai bagian dari ruang dialog. Menurut dia, mahasiswa yang menyampaikan protes juga memiliki keinginan agar Indonesia menjadi lebih baik.
"Mari kita buka-bukaan. Supaya membantu, anak-anak kita tadi yang berteriak pasti yang berteriak tadi ingin Republik ini lebih baik.
Jadi jangan dipandang bahwa itu salah. Generasi muda tatap matanya diberi pemahaman, seperti ini lagi diinginkan pemerintah sekarang," ujarnya.
Usai acara, Amran mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan aksi interupsi tersebut. Menurut dia, kritik dari mahasiswa merupakan hal yang wajar selama disampaikan secara konstruktif dan didasarkan pada fakta.
"Itu (aksi) sangat bagus. Kenapa?
Kalau mau berhasil, mau sukses harus mendapatkan tekanan lebih. Yang penting konstruktif.
Kita harus mendengarkan aspirasi," kata Amran kepada wartawan.
Ia mengaku berdialog langsung dengan kedua mahasiswa setelah acara berlangsung. Menurut Amran, setelah dijelaskan menggunakan data, keduanya memahami penjelasan yang disampaikan pemerintah.
"Kami bangga itu luar biasa. Kritikannya konstruktif, begitu kami jelaskan, (mereka bilang) 'oh iya Pak benar'.
Kami jelaskan pakai data, bukan narasi yang kosong. Tapi tunjukkan fakta.
Dan mereka langsung paham. Ada dua tiga orang yang menangis, sampai menangis saya terharu.
Ternyata cuma ingin tahu apa sebenarnya capaian pemerintah," ujarnya.
Amran pun mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah atau narasi yang dapat memecah belah.
"Kita butuh kritikan tapi konstruktif. Jangan fitnah.
Jangan membuat narasi ingin menjatuhkan atau merusak tatanan negara kita. Kita ini harus berjuang bersama," katanya.
Berdasarkan pantauan, setelah sempat diwarnai interupsi, acara kuliah umum kembali berlangsung.
Di akhir kegiatan, kedua mahasiswa akhirnya bersedia naik ke atas panggung dan berdialog langsung dengan Amran selama lebih dari 15 menit.
Dalam dialog tersebut, mereka tidak hanya membahas isu Papua, tetapi juga menyampaikan pertanyaan mengenai persoalan pertanian, termasuk ketimpangan petani dan komoditas kedelai.
>>> Investor AS Masih Sulit Beli Saham Samsung, Perusahaan Bantah Rencana ADR
Kegiatan kemudian ditutup sesuai agenda yang telah dijadwalkan.
Update Terbaru
Statistik Ungkap Ketergantungan Inggris pada Kane-Bellingham, Jadi Masalah Lawan Argentina?
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Song Min Ho Bantah Konspirasi dengan Supervisor dalam Sidang Absensi Tugas Militer
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Jalan Musik di AS: Hadiah untuk Pengemudi yang Patuh Batas Kecepatan
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
5 Minuman Ini Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Komika Malaysia Harith Iskander Digugat Rosmah Mansor atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Anggota BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Nur Terapis Spa Gasak ATM Pelanggan Rp1,2 M Divonis 2,5 Tahun Penjara
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Kemasan Polos Rokok Dinilai Ancam Fiskal dan Lapangan Kerja
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Tuchel: Inggris Belum di Performa Terbaik Sebelum Hadapi Argentina
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Wuthering Waves Raup $34 Juta di Juni 2026, Kalahkan Semua Game HoYoverse
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Djaka Budi Ogah Bicara Perubahan Bea Cukai Usai Kawal Purbaya di DPR
Rabu / 15-07-2026, 21:43 WIB
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek Gas Blok Masela Kamis Besok
Rabu / 15-07-2026, 21:42 WIB
Pokémon Scarlet dan Violet Gelar Event Air-Type dengan Dragon-Tera Magikarp 7-Star
Rabu / 15-07-2026, 21:42 WIB
The First Descendant Rilis Enam Event Baru dengan Update 1.3.34, Termasuk Skin Gratis Sharen
Rabu / 15-07-2026, 21:42 WIB







