USU Dalami Dugaan Pelecehan Mahasiswa FEB, 10 Korban Resmi Melapor
Universitas Sumatera Utara (USU) terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berinisial CHS.
Manajer Humas dan Promosi USU, Dr. Irsan Mulyadi, mengungkapkan bahwa hingga Jumat (10/7), sebanyak 10 orang telah menyampaikan laporan resmi kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USU.
>>> Top 3 Sports: Messi Akhirnya Jumpa Inggris, Ramadhipa Juara di Jerman
"Untuk korbannya itu kita baru tahu dari media sosial dan informasi-informasi yang berkembang ada puluhan orang.
Jadi per Jumat kemarin baru 10 yang sudah melapor secara resmi ke USU," kata Irsan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.
com, Sabtu (11/7).
Irsan menegaskan bahwa USU dan Satgas PPKS berkomitmen menangani kasus ini sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kami menangani kasus ini dengan serius dan memberikan perhatian penuh terhadap proses penanganannya," ujarnya.
Ia mengimbau korban lain agar tidak takut melapor. USU berkomitmen merahasiakan identitas pelapor dan menyediakan layanan pendampingan psikologis.
"Sejauh ini, 10 orang yang melapor semuanya meminta bantuan pendampingan psikologis," jelas Irsan.
USU belum dapat memastikan bentuk pelecehan yang dialami para korban. Satgas PPKS masih melakukan pendalaman terhadap setiap laporan.
"Informasi awal yang kami terima mengarah pada dugaan pelecehan dalam bentuk verbal melalui percakapan atau pesan daring," kata Irsan.
>>> Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral
USU telah melayangkan surat pemanggilan kepada CHS yang diterima oleh orang tuanya. Namun, CHS belum hadir untuk memberikan klarifikasi.
"Alasan ketidakhadirannya juga belum kami ketahui," ujar Irsan.
Kampus akan mengirimkan surat pemanggilan kedua jika CHS tetap tidak memenuhi undangan pertama. Penentuan sanksi masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari Satgas PPKS.
Update Terbaru
13 Tokoh Asing Masuk Daftar Target Balas Dendam Iran
Senin / 13-07-2026, 08:18 WIB
Mobil Listrik Baru di Jepang Lebih Murah dari Bekas, Kok Bisa?
Senin / 13-07-2026, 08:17 WIB
Messi Sanjung Timnas Argentina yang 'Tidak Normal' di Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 08:17 WIB
Saham Pendulang Cuan Pekan Ini: Energi hingga Perbankan Bisa Dilirik
Senin / 13-07-2026, 08:15 WIB
Bar di AS Sajikan Koktail dengan 'Surat Dokter' untuk Bolos Kerja
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu Tewaskan 13 Orang
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Messi Antusias Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Hasil Lelang Frekuensi: XLSmart Unggul di 700 MHz, Telkomsel di 2,6 GHz
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Kematian di Jalan AS Mendekati Rekor Terendah, Namun Pesepeda Meningkat
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
AS Kembali Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Pemprov DKI Kebut Normalisasi Kali Ciliwung, Pembebasan Lahan Tanpa Perantara
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Kalah dari Daily Mail, Pangeran Harry Disebut Tak Punya Uang Bayar Biaya Kasus
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
Bek Prancis Balas Komentar Menohok Yamal: Kami Tak Takut Siapa Pun
Senin / 13-07-2026, 08:14 WIB
5 Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat yang Sensitif
Senin / 13-07-2026, 08:03 WIB







