Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan para anggotanya tidak bisa reaktif terhadap kenaikan suku bunga BI yang agresif sejak Mei 2026.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan perubahan yang gegabah justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi industri.

>>> Wamendagri Dorong Pemda Wujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045

Suku bunga BI telah naik 100 basis poin (bps) sejak Mei, dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.

Pada Mei naik 50 bps menjadi 5,25 persen, lalu naik lagi 25 bps pada Juni menjadi 5,75 persen.

Kenaikan ini diperkirakan mempengaruhi penjualan mobil baru karena sebagian besar dibeli secara kredit yang terkait suku bunga.

Pertimbangan Psikologi Konsumen

Menurut Kukuh, industri otomotif tidak bisa langsung bereaksi terhadap gejolak ekonomi karena harus mempertimbangkan dampak psikologis pada konsumen.

"Jadi kita terima kondisi seperti ini, harapannya adalah kondisi ini cepat membaik sehingga tidak berlarut-larut dan itu jauh lebih penting daripada langsung reaktif," ujarnya dalam tayangan video di CNBC Indonesia, Rabu (15/7).

Ia menambahkan bahwa Gaikindo dan anggotanya telah berpengalaman lebih dari 60 tahun menghadapi naik turun ekonomi dan geopolitik di Indonesia.

>>> Investor AS Masih Sulit Beli Saham Samsung, Perusahaan Bantah Rencana ADR

Kukuh mengakui kenaikan suku bunga BI pasti berdampak ke bank dan konsumen potensial, namun konsumen memiliki cara sendiri untuk menghadapinya.

Konsumen bisa memilih apakah tetap membeli mobil baru atau menunda, tergantung pada kebutuhan.

"Jika langsung dilakukan adjustment, dampaknya akan luar biasa, konsumen potensial bisa cenderung menunda pembelian hingga berbulan-bulan dan kita kehilangan momentum," tutur Kukuh.

Suku bunga tinggi akan mendorong bank dan perusahaan leasing menaikkan suku bunga kredit, membuat cicilan kendaraan baru semakin mahal.

Perubahan ini paling berpengaruh pada segmen mobil penumpang di bawah Rp300 juta yang sangat sensitif harga. Kendaraan komersial juga terdampak karena kebutuhan bisnis tidak bisa ditunda.

>>> Samsung Rilis Patch Keamanan Juli 2026 untuk Galaxy S24

Meskipun ada banyak gejolak, Gaikindo belum mengubah target penjualan mobil baru tahun ini sebesar 850 ribu unit. "Sampai saat ini kita tidak mengubah target itu," ujar Kukuh.