Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyarankan calon pembeli mobil listrik untuk tidak lagi menunggu insentif pemerintah yang belum kunjung terealisasi.

Menurut Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika, pasar otomotif nasional saat ini sudah cukup kuat untuk tumbuh tanpa bergantung pada insentif.

>>> AJ Dybantsa dan Rookie Top Bersinar di NBA Summer League 2026

Data wholesales Gaikindo menunjukkan penjualan mobil di Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai 436.564 unit, naik 15,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Penjualan mobil listrik juga melonjak 80,8 persen dengan total 69.739 unit.

Harga Mobil Listrik Sudah Kompetitif

Putu menegaskan bahwa insentif yang direncanakan hanya menyasar segmen baterai kendaraan listrik, bukan seluruh kendaraan.

Ia menilai persaingan harga antarprodusen saat ini sudah membuat harga mobil listrik sangat terjangkau.

"Sekarang kita lihat harga kendaraan ini sangat bersaing keras.

Sehingga tanpa insentif, apalagi insentif hanya untuk baterai, konsumen tidak perlu menunggu," ujar Putu di Jakarta, Senin (13/7).

>>> iOS 27 Public Beta Resmi Dirilis, Ini Fitur Baru yang Bisa Dicoba

Ia menjamin bahwa insentif tidak akan mengubah harga akhir secara signifikan karena produsen sudah memberikan banyak diskon dan fasilitas.

"Jadi saya jamin, itu tidak akan membedakan banyak hal," jelasnya.

Penundaan Realisasi Insentif

Realisasi insentif kendaraan listrik telah dua kali ditunda. Awalnya direncanakan berlaku Juni 2026, lalu mundur ke Juli 2026 karena perhitungan teknis belum final.

Kini target implementasi paling cepat Agustus 2026, dengan skema yang masih dikaji.

Putu menyarankan agar masyarakat dan pelaku industri tidak menggantungkan harapan pada insentif tersebut. "Lebih bagus abaikan saja dulu.

>>> Samsung Pamer Flex Titanium, Inovasi Layar Lipat yang Lebih Tangguh

Nanti kalau ada, kita bersyukur," katanya.