>>> John Herdman Cari 23 Pemain Pendobrak di Timnas Indonesia

Kerja sama teknologi Iran dengan Rusia dan China ini justru membangkitkan kemarahan AS.

Washington memberlakukan serangkaian sanksi antara tahun 1995 dan 1996 terhadap perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di sektor minyak dan gas Iran.

Ancaman terhadap PLTN Bushehr bukanlah yang pertama.

Kepala perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, memperingatkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut menghadapi ancaman akibat serangan AS-Israel yang terus berlanjut di seluruh negeri.

"Stasiun tersebut jelas berada dalam ancaman, karena ledakan sudah terdengar beberapa kilometer dari garis pertahanan stasiun," kata CEO Rosatom Alexei Likhachyov kepada media Rusia The Moscow Times.

Ia memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas tersebut dapat menyebarkan kontaminan radioaktif ke daerah sekitarnya.

Likhachyov juga mengatakan bahwa pembangunan dua unit baru di Bushehr, satu-satunya pembangkit nuklir Iran yang beroperasi, ditangguhkan karena serangan udara yang sedang berlangsung.

Namun, spesialis Rusia akan tetap berada di lokasi dan melanjutkan pekerjaan.

Rosatom membantu Iran membangun Bushehr, yang terhubung ke jaringan listrik nasional pada tahun 2011 dengan kapasitas 1.000 megawatt.

>>> Balita Korban Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Masih Koma, Dirawat di PICU

Moskow dan Teheran sepakat untuk membangun dua reaktor tambahan di Bushehr, dengan konstruksi dimulai pada tahun 2017.