Kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.

Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengungkapkan bahwa ada lima kasus lain yang ikut 'hilang' atau tidak jelas kelanjutannya setelah kasus Febrie mencuat.

>>> Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Korupsi Kereta, KPK Telusuri Asal Usul Uang Rp100 Juta

Melalui akun X pribadinya, Jhon menyebutkan kasus-kasus tersebut, antara lain dugaan suap Sekjen PSI Raja Juli Antoni sebesar 12.000 dolar, kasus korupsi BGN, pengangkatan ponakan menteri sebagai komisaris PP, menteri PU beserta keluarga yang gagal bepergian ke Amerika menggunakan uang rakyat, dan lima calon manajer KDMP yang tewas.

Jhon menekankan bahwa meskipun Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortastipidkor Polri pada Sabtu, 11 Juli 2026, hingga kini ia belum ditahan.

"Kasusnya ditangani kejaksaan pula," tandasnya.

>>> BPJS Ketenagakerjaan Dukung Penghapusan Pajak JHT, Dinilai Lebih Adil bagi Pekerja

Sebagai informasi, Febrie diduga terlibat korupsi dan TPPU dalam sejumlah kasus besar, termasuk pasokan batu bara untuk PLTU, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Beberapa jam sebelum pengumuman resmi status tersangkanya, ia mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus demi menjaga netralitas proses hukum.

Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah mencegah Febrie bepergian ke luar negeri selama 20 hari atas permintaan Polda Metro Jaya.

>>> Bocoran Render dan Spesifikasi HMD Asha 505: Desain Mirip Lumia 830, Layar HD 5 Inci

Saat ini, penanganan perkara dilimpahkan sepenuhnya ke Kejaksaan Agung untuk proses hukum lebih lanjut.