Kreator konten Raymond Chin mengungkapkan bahwa Gemini AI membantunya terhindar dari masalah hukum. Pengakuan ini disampaikan dalam acara perilisan laporan Gemini Asia Tenggara pada Selasa (14/7).

Raymond sering membahas isu sensitif seperti ekonomi, geopolitik, politik, dan agama. Ia memanfaatkan Gemini untuk mengecek apakah kontennya berbahaya atau tidak.

>>> Semeru Erupsi 4 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Tembus 1.300 Meter

"Jujur saja, selama setahun terakhir ini, Gemini benar-benar membantu saya agar tidak terjerat hukum. Banyak hal yang berkaitan dengan fakta.

Ketika kita berbicara tentang ekonomi, bisnis, dan terutama politik, kita harus selalu menyertakan fakta yang valid," kata Raymond.

Menurutnya, sebagai kreator konten yang kerap membahas isu sensitif, ia harus memahami nuansa lokal di Indonesia.

Gemini dinilai mampu memahami konteks lokal, termasuk alasan munculnya isu dan mengapa orang membicarakannya.

Raymond juga menilai Gemini unggul dalam memproses berbagai format informasi (multi-modality). Ia menyebut fitur terbaik Gemini adalah memahami nuansa lokal dan bahasa.

"Apalagi ketika saya mengirimkan tautan YouTube secara langsung, AI lain harus melalui proses yang rumit untuk bisa memahami video saya, sedangkan Gemini bisa langsung memprosesnya.

>>> Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Akui Sedang Fokus Lihat Maps

Hanya dalam waktu lima detik, menurut saya kecepatannya luar biasa. Jadi, terima kasih Gemini karena telah membuat saya tetap bebas," ujarnya sambil berseloroh.

Pertumbuhan Gemini di Asia Tenggara

Sapna Chadha, Wakil Presiden Google untuk Asia Tenggara, mengatakan antusiasme penggunaan harian Gemini bertumbuh pesat.

Saat ini, aplikasi Gemini melayani lebih dari 900 juta pengguna di 230 negara dan 70 bahasa.

Di Asia Tenggara, jumlah pengguna aktif Gemini melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir.

Pertumbuhan ini mencetak rekor tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya di kawasan tersebut.

>>> Samsung Kembalikan Harga Galaxy M47 ke Level Awal di India

Gemini menjadi asisten AI yang paling banyak dicari di Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Pengguna kembali menggunakan aplikasi ini 50 persen lebih sering dan melipatgandakan jumlah perintah rata-rata mereka.