Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Jokowi Dinilai Resah
Praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra menilai Presiden Joko Widodo resah atas kinerja Febrie Adriansyah saat menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Menurut Radjasa, hampir semua kasus besar yang ditangani Febrie menyentuh nama Jokowi, bahkan mulai merambah ke ranah Polri dan melibatkan petingginya.
>>> Anies Baswedan Ungkap 'Membesarkan yang Kecil', Netizen Sindir 'Lupa Sama yang Membesarkan'
"Memang kita lihat kinerjanya Febrie begitu luar biasa dalam penegakan hukum.
Tapi di balik itu, hampir semua kasus yang muncul ada nama Jokowi," ungkap Radjasa dalam kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, dikutip Senin (13/7).
"Ini menimbulkan keresahan buat Jokowi. Dua kasus, kemudian juga mulai menyentuh ke ranah polisi, bahkan melibatkan petinggi Polri," imbuhnya.
Radjasa menilai langkah berani Febrie tidak mungkin terjadi tanpa relasi kekuasaan. Ia menyebut keberanian Polri menghantam Febrie juga karena dukungan kekuasaan yang lebih tinggi, yakni Jokowi.
"Siapa? Ya itu Jokowi, sudah pasti itu.
Di dalam setiap operasi seperti ini tidak mungkin tanpa keterlibatan kekuasaan yang lebih tinggi," tandasnya.
>>> Pelemahan Rupiah Tekan Profitabilitas Asuransi Kesehatan
Febrie Ditetapkan Tersangka
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri resmi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Penetapan dilakukan setelah pemeriksaan belasan saksi, gelar perkara, serta penggeledahan di 12 lokasi strategis.
Febrie diduga terlibat korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam sejumlah kasus, termasuk pasokan batu bara untuk PLTU, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
Beberapa jam sebelum pengumuman resmi, Febrie mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus demi menjaga netralitas proses hukum.
Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah mencegah Febrie bepergian ke luar negeri selama 20 hari atas permintaan Polda Metro Jaya.
Saat ini, penanganan perkara dilimpahkan sepenuhnya ke Kejaksaan Agung.
>>> Airlangga Pastikan PFII Tetap di Bali, PP Dikebut Sebelum 16 Agustus
Di era Presiden Prabowo Subianto, Febrie juga menangani sejumlah kasus besar, di antaranya pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek serta dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Update Terbaru
Cara Cek Status Pencairan Bansos Tahap 3 Juli-September 2026 di SIKS-NG
Senin / 13-07-2026, 13:43 WIB
Jungkook BTS Alami Cedera Punggung saat Konser London, Tetap Tuntaskan Pertunjukan
Senin / 13-07-2026, 13:42 WIB
Sung Han-bin Donasi Rp1 Miliar untuk Anak Kurang Mampu di Hari Debut
Senin / 13-07-2026, 13:42 WIB
Anak Pengemudi Ojek di Semarang Bisa Sekolah Gratis Lewat Program Kemitraan
Senin / 13-07-2026, 13:42 WIB
Pelatih Swiss Sorot Kartu Merah Embolo usai Kalah dari Argentina
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
RI Buka Peluang Ekspor Telur Ayam ke Singapura Buntut Harga Anjlok
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Cara Cek Penerima PKH Juli 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Komedian Temon Meninggal, Ini Bahaya Hipertensi bagi Jantung
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Pemerintah Pusat dan Daerah Terapkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
CORE: Sewa Modal Gadai Berpotensi Lebih Mahal Jika Suku Bunga Tinggi Berlanjut
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Konsolidasi Tjokro Group Kian Solid, GPSO Siap Akselerasi Transformasi Industri
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Hari Pertama Sekolah, Pemprov DKI Izinkan ASN Antar Anak hingga Jam 12 Siang
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, 63 Luka-luka
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB







