Polda Olah TKP Pesan Teror Bom di SDN Jaksel, Buru Pengirim Ancaman
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7).
Ancaman tersebut diterima saat siswa dan guru mengikuti upacara hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Pesan dikirim melalui WhatsApp pribadi kepada seorang guru dan petugas tata usaha.
>>> Harga Bawang Putih Naik di 269 Daerah, Tembus Rp100 Ribu per Kg
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya mendalami asal pesan dan mengidentifikasi pengirim ancaman.
"Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut," ujar Budi.
Polisi juga berupaya mengungkap motif di balik teror tersebut. Budi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Evakuasi dan Penyisiran
Tim Gegana dan Densus 88 dikerahkan ke lokasi untuk menyisir area sekolah. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan hasil pemeriksaan sementara nihil dan tidak ditemukan bahan peledak.
"Ini sudah dicek gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir," kata Nurma.
>>> Harga Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Bocor, Dukung Bluetooth 6.0
Seluruh siswa dan tenaga pendidik dievakuasi keluar kompleks sekolah. Kegiatan MPLS dibubarkan dan siswa dipulangkan.
Nurma menambahkan, orang tua siswa sempat panik setelah mendengar kabar tersebut. Pihak sekolah langsung melaporkan kejadian ke polisi setelah membaca pesan ancaman.
"Laporannya 07.30 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru liat WA-nya kita langsung datang semuanya camat lurah.
Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU," tutur dia.
Berdasarkan tangkapan layar yang diterima, pelaku mengirim pesan sebanyak dua kali dan sempat melakukan panggilan tak terjawab karena pesan tidak direspons.
>>> Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September
Isi pesan ancaman menyebutkan bahwa dalam hitungan menit bom akan diledakkan di sekolah dan pelaku telah menyiapkan 11 titik ledakan.
Update Terbaru
Pelatih Swiss Sorot Kartu Merah Embolo usai Kalah dari Argentina
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
RI Buka Peluang Ekspor Telur Ayam ke Singapura Buntut Harga Anjlok
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Cara Cek Penerima PKH Juli 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Komedian Temon Meninggal, Ini Bahaya Hipertensi bagi Jantung
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Pemerintah Pusat dan Daerah Terapkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
CORE: Sewa Modal Gadai Berpotensi Lebih Mahal Jika Suku Bunga Tinggi Berlanjut
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Konsolidasi Tjokro Group Kian Solid, GPSO Siap Akselerasi Transformasi Industri
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Hari Pertama Sekolah, Pemprov DKI Izinkan ASN Antar Anak hingga Jam 12 Siang
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, 63 Luka-luka
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Redmi Note 17 5G Varian India Bocor: RAM 6GB, Penyimpanan 128GB, Dua Pilihan Warna
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 13 Juli: Taurus Perbaiki Komunikasi, Virgo Jaga Ucapan
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Viral Celana Zara Disebut 'Mematikan', Banyak Pembeli Terjatuh hingga Cedera
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Tahun 2026 yang Penuh Gejolak bagi IU: Kontroversi Drama, Serangan Politik, dan Putus dengan Lee Jong-suk
Senin / 13-07-2026, 13:28 WIB







