Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga bawang putih mengalami kenaikan di 269 kabupaten/kota hingga pekan kedua Juli 2026.

Jumlah itu setara dengan 74,72 persen wilayah Indonesia.

>>> Harga Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Bocor, Dukung Bluetooth 6.0

Di sejumlah daerah, harga komoditas ini bahkan telah menembus Rp100 ribu per kilogram (kg).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bawang putih kini menjadi komoditas dengan penyebaran kenaikan harga paling luas dibanding pangan lainnya.

"Yang perlu mendapatkan perhatian kita saat ini adalah bawang putih.

Saat ini 269 kabupaten/kota atau 74,72 persen wilayah di Indonesia sudah mengalami kenaikan harga bawang putih," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7).

Rata-rata harga bawang putih nasional mencapai Rp42.611 per kg, sudah di atas harga acuan penjualan (HAP) konsumen.

Harga tertinggi tercatat di Papua Pegunungan yang mencapai Rp100 ribu per kg.

Daerah lain dengan harga tinggi antara lain Aceh Selatan dan Gorontalo Utara yang masing-masing Rp50 ribu per kg, serta Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, yang menyentuh Rp79 ribu per kg.

Penyebab Kenaikan Harga

Meski volume impor meningkat, harga bawang putih tetap naik.

Sepanjang Januari-Juni 2026, Indonesia mengimpor 229,76 ribu ton bawang putih, naik 28,44 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Sebanyak 98,31 persen impor berasal dari China.

>>> Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September

Namun, kenaikan impor tidak otomatis menahan harga.

BPS mencatat nilai impor meningkat di tengah perlambatan volume pada Juni, yang menunjukkan harga bawang putih impor ikut naik.

"Beberapa dinamika yang terjadi adalah kenaikan harga bawang putih salah satunya dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya logistik internasional," ujar Amalia.