Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah ancaman bom mengguncang SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7).

Peristiwa ini terjadi tepat di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

>>> 9 Kemampuan Claude AI yang Bermanfaat untuk Pekerja Kantoran

Informasi mengenai teror tersebut menyebar luas di media sosial. Sebuah video yang diunggah akun Instagram @depok24jam memperlihatkan sejumlah aparat kepolisian sudah berada di lokasi kejadian.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengonfirmasi bahwa tim Gegana dan Densus 88 langsung diterjunkan setelah menerima laporan. Hingga saat ini, hasil pengecekan belum menemukan adanya bahan peledak.

"Ini sudah dicek gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir, lagi disisir," kata Nurma saat dikonfirmasi, Senin.

Ancaman bom tersebut dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada guru dan petugas tata usaha (TU) sekolah. Pihak sekolah segera melaporkan kejadian ini kepada kepolisian.

>>> Telkomsel Raih Tiga Pengakuan Global di TM Forum DTW Ignite 2026

"Laporannya 07.30 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru liat WA-nya kita langsung datang semuanya camat lurah.

Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU," tutur dia.

Nurma menambahkan, para siswa dan guru telah dievakuasi ke luar gedung sekolah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

>>> Detik-detik Kebakaran di Bar Bangkok, 27 Orang Tewas

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," ucapnya.