Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dibubarkan pada Senin (13/7) setelah adanya teror ancaman bom.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan bahwa kegiatan sudah dibubarkan dan koordinasi dengan semua pihak telah dilakukan.

>>> Surabaya dan Bandung Masuk Daftar 20 Kota Berisiko Panas Ekstrem Dunia

Para siswa dipulangkan karena orang tua panik mengetahui ancaman tersebut. "Orang tua siswa juga pada panik.

Saat ini siswa sudah pulang," ujar Nurma.

Ancaman Dikirim Lewat WhatsApp

Ancaman bom dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada guru dan petugas tata usaha (TU) sekolah. Laporan diterima pukul 07.30 WIB, namun saat itu sedang berlangsung upacara.

>>> Garuda Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September 2026

Setelah upacara selesai, pihak sekolah melihat pesan tersebut dan langsung melaporkan ke polisi. Camat dan lurah juga turun ke lokasi.

Tim Gegana dan Densus 88 melakukan pengecekan di lokasi. Hasilnya nihil, tidak ditemukan bahan peledak.

"Ini sudah dicek gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir," kata Nurma.

>>> Perbedaan Loose Powder dan Setting Powder, Kapan Harus Pakai Keduanya?

Informasi teror ini juga beredar di media sosial. Sebuah video di Instagram @depok24jam memperlihatkan sejumlah anggota kepolisian berada di lokasi.