Risiko pelayaran komersial meningkat setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi selat tersebut memicu serangan balasan AS terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran.

Teheran kemudian melancarkan serangan terhadap target-target terafiliasi AS di Bahrain dan Kuwait, yang secara efektif mengakhiri gencatan senjata yang tercapai bulan lalu.

AS juga mencabut keringanan 60 hari yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran, sehingga penegakan sanksi penuh kembali berlaku.

Lebih lanjut, Windward mencatat sekitar 24 kapal tanker menunggu di dekat terminal ekspor Pulau Kharg milik Iran, dengan mayoritas diyakini dalam kondisi bermuatan penuh.

>>> Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU di Tiga Kasus

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting dunia, menjadi lintasan ekspor minyak dan LNG dari produsen-produsen utama kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.