Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun pada Jumat (10/7) kemarin.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat empat kali letusan dalam kurun waktu sekitar satu jam pada Jumat sore.

>>> Hasil FP2 Moto2 Jerman: Sempat Tembus 5 Besar, Mario Aji Finis ke-13

Hingga saat ini, status gunung berapi tersebut masih berada di Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Pantauan Sabtu Pagi

Berdasarkan laporan harian dari magma. esdm.

go. id pada Sabtu (11/7) periode 06.00-12.00 WIB, kondisi gunung tertutup kabut.

Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi 20-50 meter dari puncak.

Cuaca cerah dengan angin lemah ke arah barat laut, dan ombak laut tenang hingga sedang.

Kegempaan tercatat meliputi empat gempa hembusan, empat gempa low frequency, lima gempa hybrid, dan satu tremor menerus.

>>> Amazon India Catat Prime Day Tercepat dengan Lonjakan Permintaan dari Kota Tier 2 dan 3

Rangkaian Erupsi Jumat

Erupsi pertama terjadi pukul 16.42 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak.

Letusan kedua pada pukul 16.57 WIB menghasilkan kolom abu setinggi 200 meter.

Erupsi ketiga terjadi pukul 17.49 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter. Dua menit kemudian, pukul 17.51 WIB, letusan keempat memuntahkan abu setinggi 200 meter.

Seluruh kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut.

Rangkaian erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43-55,2 mm dan durasi 33-49 detik.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, menyatakan aktivitas vulkanik masih fluktuatif namun status tetap Siaga.

>>> Ramalan Shio 11 Juli 2026: 5 Shio Paling Hoki, Ada Macan dan Kelinci

PVMBG terus melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi.