SKG Tegal Gede: Jantung Distribusi Gas yang Menjaga Energi Industri Jawa Barat
Di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegal Gede beroperasi tanpa henti.
Fasilitas milik PT Pertamina Gas (Pertagas) ini menjadi titik krusial dalam menjaga tekanan gas bumi agar tetap mengalir ke berbagai pelanggan.
>>> Askrindo Jamin Proyek Konstruksi di Tasikmalaya Lewat MoU dengan Dinas PUTRLH
Empat unit kompresor di SKG Tegal Gede masing-masing memiliki kapasitas 70 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Head of District Tegal Gede, Fari Akhdiar Rachmad, mengatakan kapasitas desain pipa mencapai 350 MMSCFD, dan sistem mampu beroperasi hingga 90 persen dari kapasitas tersebut.
Saat ini volume gas yang melintasi stasiun ini sekitar 80 MMSCFD.
Gas tersebut berasal dari lapangan migas domestik Pertamina EP, PHE Offshore North West Java, BBG Jatinegara, serta hasil regasifikasi LNG Nusantara Regas.
Peran Vital dalam Rantai Distribusi
Gas yang dikompresi di SKG Tegal Gede disalurkan ke pelanggan di kawasan industri Bekasi dan Karawang, serta diteruskan ke SKG Bitung.
Pelanggan strategis meliputi PT PLN, Cikarang Listrindo, PT Pupuk Kujang, Fajar Surya Wisesa, Tata Metal Lestari, dan jaringan gas rumah tangga di Bekasi serta Depok.
>>> Roy Suryo Berpotensi Dipenjara Meski Menang Praperadilan
Tanpa tekanan yang memadai, aliran gas ke pelanggan akan terganggu. Operator di ruang kontrol memantau tekanan, temperatur, dan laju aliran secara real time untuk memastikan kestabilan.
Warisan Infrastruktur Sejak 1970-an
Jaringan pipa yang kini dikelola Pertagas mulai dibangun pada 1974–1978 melalui proyek Open Access Cilegon–Cirebon.
SKG Tegal Gede merupakan salah satu stasiun kompresor yang lahir dari proyek tersebut.
Senior Supervisor Operation Control Station Pertagas, Rilda Nugroho, menjelaskan bahwa infrastruktur ini merupakan bagian dari transisi pengelolaan dari Divisi Utilisasi Gas Pertamina sejak 1989 hingga dialihkan ke Pertagas pada 2008.
Saat ini Pertagas mengoperasikan hampir 3.000 kilometer jaringan pipa gas nasional, termasuk 543 kilometer di Jawa Barat.
>>> Insentif Kendaraan Listrik Mulai Dipangkas, Ini yang Terdampak
Jaringan ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan kawasan industri Cikarang, Karawang, dan sekitarnya.
Update Terbaru
Para Eksekutif Kaget dengan Tagihan AI Besar setelah Mengira Bisa Ganti Pekerja Gratis
Rabu / 08-07-2026, 21:18 WIB
Mortir Tank Meledak di Cipatat Bandung Barat, 3 Warga Tewas
Rabu / 08-07-2026, 21:18 WIB
Polisi Geledah Mal Mewah di Jaksel Terkait Korupsi dan TPPU
Rabu / 08-07-2026, 21:18 WIB
Review Acer Nitro 18 AI: Layar Besar, Harga Terjangkau, Performa Terbatas
Rabu / 08-07-2026, 21:15 WIB
Nintendo Akan Terus Jual Switch 1 di Luar Eropa hingga 2027
Rabu / 08-07-2026, 21:15 WIB
Kunjungan Perdana Raja Charles ke Isle of Man, Akan Berpidato di Parlemen
Rabu / 08-07-2026, 21:15 WIB
Drone Ukraina Serang Tiga Kilang Minyak Canggih Rusia
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
19 Pemain Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 Jika Kena Kartu Kuning Lagi
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
BPOM Dukung Pengembangan Vaksin mRNA DBD Pertama di Dunia
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
Kata-kata Terakhir Pilot Boeing 737 Sebelum Hilang Kontak di Laut Arab
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
Brabus Kini Garap Kapal Pesiar Mewah Lewat Kolaborasi dengan AB Yachts
Rabu / 08-07-2026, 21:13 WIB
9 Hari Tak Kunjung Padam, Petugas Doa Bersama di TPA Jatiwaringin
Rabu / 08-07-2026, 21:13 WIB
Wamenaker Dorong Gen Z Wirausaha: Jangan Hanya Bergantung Lowongan
Rabu / 08-07-2026, 21:13 WIB
Trump: AS Akan Serang Iran Malam Ini Setelah Batalkan MoU Damai
Rabu / 08-07-2026, 21:08 WIB







