Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli Diduga Berasal dari SHU 914 KUD
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan asal-usul amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Berdasarkan temuan awal penyidik, uang tersebut diduga berasal dari Sisa Hasil Usaha (SHU) milik 914 anggota Koperasi Unit Desa (KUD).
>>> Salah Kirim Assist, Messi Gagal Penalti: Mesir Selangkah Lagi Cetak Sejarah
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, dana yang kemudian ditukarkan ke dalam mata uang dolar Singapura itu diduga berkaitan dengan pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas sekitar 1.828 hektare.
"Diduga bupati ini juga mengumpulkan sejumlah uang dari 914 anggota KUD ya untuk pengurusan pelepasan izin kawasan hutan.
Keterangan awal yang kami dapatkan seluas 1.828 hektare," ujar Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (7/7) malam.
KPK hingga kini belum mengungkap nilai uang yang berada di dalam amplop tersebut.
Menurut Budi, penyidik masih mendalami perkara dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk kemungkinan meminta keterangan dari Raja Juli Antoni.
"Nah, tentu dari keterangan awal tersebut, penyidik kemudian membutuhkan bukti-bukti tambahan terkait adanya pengumpulan uang yang dilakukan oleh saudara SA.
Dalam pengumpulan uang tersebut, diduga uang-uang yang dikumpulkan kemudian dikonversi dalam bentuk dolar Singapura," katanya.
Kronologi Pengembalian Amplop
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap kronologi pengembalian amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing di Kantor Kementerian Kehutanan.
Ia mengatakan amplop tersebut telah dikembalikan sekitar 17 hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Suhardiman.
Raja Juli menjelaskan awalnya menggelar audiensi dengan Bupati Kuansing di Kantor Kementerian Kehutanan pada Selasa (2/6).
Ia menjelaskan pertemuan tersebut berlangsung secara resmi dan terbuka, diawali dengan surat permohonan audiensi dari pemerintah daerah, dipublikasikan melalui media sosial, serta dilengkapi daftar hadir dan notulensi yang siap diserahkan kepada KPK apabila diperlukan.
Update Terbaru
Veteran Id Software 21 Tahun Kecam PHK Massal Microsoft: 'Separuh Tim Dianggap Tak Lagi Dibutuhkan'
Rabu / 08-07-2026, 01:28 WIB
Inggris dan Norwegia Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 01:28 WIB
Paxton dan Talarico Berseteru soal Ekonomi di Pilpres Texas
Rabu / 08-07-2026, 01:28 WIB
Sean Mannion Rancang Skema Baru untuk Jalen Hurts dan Eagles
Rabu / 08-07-2026, 01:23 WIB
NATO Pilih Saab untuk Kontrak Pesawat Pengintai, Boeing Tersingkir
Rabu / 08-07-2026, 01:23 WIB
Trailer Perdana Shangri-La Frontier Season 3 Perlihatkan Aksi Galaxia Heroes Chaos
Rabu / 08-07-2026, 01:23 WIB
Ford Tarik 66.383 Hybrid karena Peringatan Pejalan Kaki Gagal Berfungsi
Rabu / 08-07-2026, 01:22 WIB
Courtois Kesal Belgia Diremehkan sebelum Hajar AS di Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
Serangan Balik Mesir Mematikan, Argentina Tertinggal 0-2 di Menit 67
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Comeback Dramatis 3-2 Lawan Mesir
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
Warhammer 40,000: Rogue Trader Dapat Patch Besar di Switch 2, Owlcat Gratiskan Semua DLC
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
The First Descendant Reset Voting Skin Contest Usai Temukan Finalis Pakai AI
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
ARC Raiders Update 1.36.0 Hadirkan Matchmaking Solo, Duo, dan Trio
Rabu / 08-07-2026, 01:21 WIB
Escape the Backrooms Hadir Mendadak di Switch 2 dengan 30+ Level dan Co-Op
Rabu / 08-07-2026, 01:18 WIB







