Michael Maynard, pengembang game dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dan veteran 21 tahun di Id Software, meluapkan kemarahannya terhadap Microsoft setelah gelombang PHK besar-besaran yang melanda studio tersebut.

Dalam sebuah unggahan di LinkedIn, Maynard mengungkapkan bahwa Microsoft/Xbox memutuskan separuh tim Id Software tidak lagi dibutuhkan dan harus diberhentikan, meskipun studio tersebut telah menghasilkan trilogi DOOM modern yang dianggap sebagai salah satu game first-person action terbaik.

>>> Inggris dan Norwegia Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia

"Kami memproduksi game first-person action TERBAIK di seluruh industri. DOOM, DOOM: Eternal, DOOM: The Dark Ages.

Trilogi modern yang [sempurna] dari first-person action!" tulis Maynard.

Ia mengonfirmasi bahwa dirinya termasuk dalam sekitar 50% karyawan yang di-PHK. "Saya sudah di sini selama LEBIH DARI 20 tahun!

Dari RAGE hingga DOOM: Dark Ages. Sedih, tapi saya sudah berkecimpung di video game selama 40 tahun, jadi tidak terlalu mengejutkan bagi saya."

>>> Paxton dan Talarico Berseteru soal Ekonomi di Pilpres Texas

Maynard menyesalkan bahwa Id Software, sebagai pionir dan inovator game FPS, kini hanya dianggap sebagai bagian dari 'reorganisasi aset' semata.

PHK ini merupakan bagian dari pemotongan biaya besar-besaran di divisi Xbox. Banyak studio yang digusur hingga tidak lagi dikenali, bahkan ditutup sepenuhnya.

Pendiri Id Software, John Romero, juga angkat bicara secara daring.

Ia memuji para pengembang yang terkena dampak dan menyoroti "perhatian, keterampilan, dan rasa hormat yang nyata" dalam rilisan terbaru studio.

>>> Sean Mannion Rancang Skema Baru untuk Jalen Hurts dan Eagles

Romero mengungkapkan bahwa ia memiliki koleksi pribadi sejarah Id Software yang "sangat penting", termasuk materi dan aset yang sudah tidak dimiliki lagi oleh Id Software sendiri.