Doom Developer id Software Dikabarkan PHK Hampir Setengah Karyawan, Disebut 'Mati'

George Broussard, salah satu pendiri Apogee dan co-creator Duke Nukem 3D, memberikan komentar pedas terkait gelombang PHK terbaru di Xbox.
Ia menyebut bahwa Microsoft tidak menutup studio-studio yang terkena dampak hanyalah "PR yang layak" bagi mereka.
>>> Klip Replay Terbaik Juni: Dari Battlefield 6 hingga Paralives
Sebagai bagian dari "restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox," Microsoft memberhentikan 3.200 staf Xbox selama setahun ke depan.
Lima studio dijual atau dipisahkan menjadi pengembang independen, termasuk studio Bethesda, Arkane.
Yang paling terkena dampak adalah id Software, pengembang Doom dan Quake.
Mantan pimpinan Bethesda, Jeff Gardiner, melaporkan bahwa 95 karyawan dipecat dari studio yang diperkirakan memiliki sekitar 200 karyawan berdasarkan LinkedIn.
Broussard mengutip sumber di studio tersebut. "Tools, programming (kecuali beberapa), tim Quake Champions, tim testing.
Semua hilang," tulisnya di Twitter. Sumber lain mengatakan, "Sepertinya yang tersisa hanya kepemimpinan dan art/design.
Saya pikir Xbox lupa Quakecon bulan depan."
>>> Hamas Bubarkan Pemerintahan di Gaza, Israel Curiga
Broussard menambahkan, "Kedengarannya id sekarang menjadi tim pendukung untuk Bethesda/yang lain. RIP idTech, yang luar biasa.
Mungkin Machine Games akan melanjutkannya atau mungkin akan dijatuhkan untuk game masa depan? Tapi kesimpulannya id pada dasarnya mati.
Setidaknya untuk saat ini."
Mengenai empat studio yang dilepas Microsoft, Broussard mengatakan bahwa mempertahankan IP dalam beberapa kasus sudah tertulis dalam kontrak awal saat Microsoft membeli mereka.
Double Fine dan Compulsion telah dikonfirmasi mempertahankan IP mereka, sementara Undead Labs dan Ninja Theory masih mengerjakan State of Decay 3 dan Senua.
Broussard juga memperingatkan bahwa studio-studio yang kini mandiri akan memiliki waktu singkat untuk mencari kesepakatan atau pendanaan baru.
>>> Telkom Rampungkan Streamlining 10 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
"Mereka menjual ke Microsoft awalnya untuk menghindari perjuangan ini dan merasa 'aman'. Kini mereka keluar dari sekoci MS, sendiri, dan harus berhasil atau tidak."
Update Terbaru
Prabowo Ungkap Hasil Tes DNA: Saya Punya DNA India
Selasa / 07-07-2026, 22:33 WIB
Seattle Akhiri Tuan Rumah Piala Dunia di Tengah Eliminasi AS
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Kapolda Banten: Belum Ada Unsur Pidana di Kebakaran TPA Jatiwaringin
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Apa Salah Ronaldo hingga Portugal Kandas di Piala Dunia 2026?
Selasa / 07-07-2026, 22:28 WIB
Donovan Mitchell Teken Perpanjangan Kontrak Rp4,3 Triliun dengan Cavaliers
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB
Kasatgas Tinjau Jalan Werlah di Bener Meriah, Siapkan Jalur Alternatif
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB
Sekjen Kementerian PU: Biaya Istri-Anak Menteri ke AS Pakai Dana Pribadi
Selasa / 07-07-2026, 22:23 WIB
Selebritas dan Tokoh Terkemuka Penuhi Royal Box Wimbledon
Selasa / 07-07-2026, 22:22 WIB
Kyle Lowry Resmi Pensiun sebagai Pemain Toronto Raptors
Selasa / 07-07-2026, 22:21 WIB
Rahm Emanuel Desak Perubahan Strategis Hubungan AS-Israel
Selasa / 07-07-2026, 22:21 WIB
Martinez Sebut Portugal Tidak Gagal di Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 22:21 WIB
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Bener Meriah Ucapkan Terima Kasih
Selasa / 07-07-2026, 22:21 WIB
Eks Wagub: Usul Ubah Nama Jabar Jadi Tatar Sunda Belum Urgen
Selasa / 07-07-2026, 22:21 WIB
Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Perkuat Tata Kelola Sawit
Selasa / 07-07-2026, 22:21 WIB







