Meskipun bergaya Inggris, mayoritas pemainnya masuk dari Amerika Utara.

Komunitas dan Ekspresi Diri

Chris, yang dikenal sebagai NightmareRH, adalah salah satu kreator konten RuneScape paling awal di YouTube.

Ia memulai game pada ulang tahunnya yang ke-17; akunnya baru saja melewati ulang tahun ke-21.

Chris menggambarkan tahun-tahun awal game sebagai "hidup di zaman kegelapan" karena pengetahuan tentang misi dan mekanisme masih langka.

"Saya ingat tinggal di satu lokasi selama sekitar tiga bulan," katanya.

Setelah bermain gratis selama sebulan, Chris mulai menggunakan uang makan siangnya untuk membayar keanggotaan—dan tidak pernah berhenti.

Keunikan ekonomi game, yang memungkinkan pemain berdagang pakaian, perhiasan, dan sumber daya, membuatnya terus tertarik.

Salah satu item nostalgia tertua—topi pesta kertas—bernilai miliaran koin emas dalam game. Chris memilikinya.

Shane Anderson dari Edmonton, Kanada, telah bermain sejak usia 16 tahun—kini 39. Seorang teman menunjukkan RuneScape dan menurut Anderson, game itu "begitu melekat."

>>> INDEF: Keuntungan BUMN Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan Transformasi

"Melihat orang lain berjalan di dunia game dengan perlengkapan level tinggi menjadi aspirasi untuk melanjutkan perjalanan," ujar Anderson, yang kemudian mendirikan situs penggemar dan podcast RuneScapeBitsandBytesUpdate.

Dedikasi terhadap ekspresi diri melahirkan istilah "FashionScape", gaya bermain yang fokus pada penampilan estetis karakter daripada keuntungan taktis.

Subkultur ini memiliki forum Reddit sendiri.

Pasang Surut dan Kembali ke Akar

Awalnya, RuneScape adalah game berbasis sprite dengan grafis sederhana dan basis pemain kecil. Pada 2004, RuneScape 2 dirilis dengan mekanisme pertempuran baru, audio, dan mesin 3D.

"Ini adalah titik di mana game menjadi sangat, sangat besar," kenang Anderson.

Setelah popularitas melonjak, Jagex membuat kesalahan besar pada Desember 2007 dengan membuat area Wilderness aman, diikuti pembatasan perdagangan pada Januari 2008.