Keputusan ini dikritik habis-habisan dan dianggap sebagai akhir era keemasan Gielinor.

Pada 2013, Jagex membagi game menjadi dua: Old School RuneScape (salinan dari 2007) dan RuneScape 3 yang lebih modern.

Tahun lalu, studio merilis spin-off RuneScape: Dragonwilds, game bertahan hidup online.

Mendengarkan Komunitas

Kini di usia 25 tahun, RuneScape telah jatuh dan bangkit kembali, perlahan mendapatkan kepercayaan pemain.

Awal tahun ini, perusahaan mengumumkan perubahan arah game sebagai bagian dari perayaan ulang tahun.

Jagex kini aktif berdialog dengan komunitas. Untuk Old School, setiap pembaruan diputuskan melalui pemungutan suara demokratis.

Manajer komunitas Jagex sering terlihat di Reddit menangani pujian dan kritik.

Beberapa tim Jagex bahkan menghadiri pernikahan in-game Amelia.

Ryan Philpott, associate creative director, memulai sebagai penggemar, lalu menjadi penguji, dan kini membantu mengarahkan masa depan game.

Proyek Road to Restoration bertujuan memperbaiki keluhan lama pemain.

"Ini bukan tentang mundur ke belakang," kata Philpott, "tetapi memahami apa yang kami lakukan dengan baik, atau apa yang dicintai orang, dan menggunakannya untuk melangkah maju."

Tim berkomitmen membuat game mengakomodasi perubahan hidup pemain. "Kami memiliki ungkapan terkenal: 'Kamu tidak pernah benar-benar berhenti bermain RuneScape, kamu hanya istirahat.'

Saya belum pernah bertemu orang yang benar-benar berhenti," ujar Philpott.

Di ekosistem game yang didominasi Fortnite dan Minecraft, RuneScape berhasil mencapai keseimbangan unik dengan pemainnya. "Saya ingin terus menjalankannya selama 25 tahun ke depan," kata Philpott.

>>> PM Modi Dapat Sambutan Kenegaraan Megah di Jakarta

Tampaknya, masih banyak pernikahan yang akan datang.