Bandara Brisbane resmi menjadi bandara pertama di Australia yang menggunakan minyak goreng bekas atau jelantah sebagai bahan bakar pesawat.

Minyak jelantah tersebut dicampur dengan bahan bakar reguler dan diproduksi oleh Viva Energy melalui Terminal Pinkenba.

>>> Daftar Kode Rodeo Stampede Juli 2026, Klaim Hadiah Sebelum Kadaluarsa

Bahan bakar campuran ini disimpan, dicampur, disertifikasi, dan disalurkan ke sistem bahan bakar jet yang sudah ada di Bandara Brisbane.

Proyek ini melibatkan perbaikan tangki penyimpanan berkapasitas 3,3 juta liter serta pembangunan sistem sertifikasi dan akuntansi untuk melacak manfaat lingkungan.

CEO Viva Energy, Scott Wyatt, mengatakan gejolak Timur Tengah baru-baru ini menjadi pemicu langkah tersebut.

"Pada awalnya kami menghadapi banyak tantangan dalam memastikan pasokan dan memperkuat pasokan ke negara ini," katanya pada Senin (6/7).

>>> Pagar Taman Flyover Kampung Melayu Raib Dicuri 'Rayap Besi'

Wyatt menambahkan bahwa meskipun Australia berhasil melewati krisis dengan baik, permintaan ini menggarisbawahi pentingnya transisi ke bahan bakar rendah karbon.

"Transisi ini merupakan perjalanan penting bagi kami, tetapi akan memakan waktu lebih lama dari yang kami inginkan," ujarnya.

Tangki di Brisbane merupakan bagian dari program yang lebih luas, termasuk fasilitas impor bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Victoria dan proyek kilang Geelong.

Kepala eksekutif Brisbane Airport Corporation, Gert-Jan de Graaff, menyebut langkah ini sebagai terobosan besar bagi bandara, maskapai, dan penumpang.

>>> Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Roy Suryo yang Dikabulkan Sebagian

Selain Brisbane, beberapa bandara di Queensland juga dikabarkan akan mulai membeli bahan bakar tersebut.