Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, menyoroti sikap kubu yang kalah dalam Pilpres 2024.

Menurutnya, kelompok tersebut terus melancarkan serangan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

>>> Puluhan Santri Ikuti Tes Akhir Beasiswa ke Maroko

Serangan di media sosial, khususnya platform X, dinilai tidak akan berhenti hingga 2029. Dede menuliskan pandangannya di akun X pribadi, dikutip Senin (29/6).

"Serangan gencar di media sosial, terutama X, terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak akan pernah reda sampai 2029," tulisnya.

Fasilitas Tidak Menghentikan Serangan

Dede menambahkan, pemberian kursi empuk, akses ke lingkaran ring-1, hingga proyek besar tidak membuat kelompok tersebut berhenti menyerang.

"Meski sebagian dedengkotnya sudah diberi jabatan empuk, diajak meeting ring-1, bahkan diberi proyek menggiurkan, gerombolan kalah Pilpres 2024 tetap akan mengamuk tanpa henti," imbuhnya.

>>> Gus Hilmy Minta Program Latihan Militer Koperasi Merah Putih Dihentikan

Menurut Dede, ini bukan sekadar soal "belum move on". Sejak awal, kelompok tersebut memang membenci Prabowo-Gibran.

Pemberian fasilitas justru dianggap sebagai bukti kooptasi dan oligarki.

Basis akar rumput yang kecewa, iri, dan haus keributan akan terus menyebarkan narasi negatif setiap hari. Algoritma X yang cenderung mengangkat konten toxic membuat kegaduhan semakin viral.

>>> ReforMiner: Harga LNG Bisa Ditekan ke US$9/MMBtu Lewat Subsidi Silang

"Jadi realitanya sederhana, kegaduhan ini akan jadi soundtrack lima tahun ke depan, sampai pemilu berikutnya," pungkas Dede.