Melalui proyek-proyek quick win dan ekspansi kapasitas, perusahaan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028, meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033, hingga mencapai visi jangka panjang sebesar 3 GW.

Di luar sektor kelistrikan, pemanfaatan panas bumi di Kamojang juga menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui program direct use.

Salah satunya adalah inovasi Geothermal Dry House yang digunakan untuk mempercepat proses pengeringan kopi lokal, sehingga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi hasil panen petani.

Seabad setelah menjadi titik awal pengembangan panas bumi Indonesia, Kamojang terus membuktikan perannya bukan hanya sebagai bagian dari sejarah energi nasional, tetapi juga sebagai fondasi masa depan energi bersih.

>>> Harga Minyak Dunia Naik ke US$72 Gara-gara AS-Iran Kembali Panas

Dari kawasan ini, panas bumi terus memberikan kontribusi bagi ketahanan energi, percepatan transisi menuju energi rendah karbon, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.