Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kusnaedi, mengungkap bahwa Taufik Hidayat memiliki riwayat perilaku bermasalah sejak kecil.

Ia menilai pola asuh orang tua turut membentuk karakter pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya, YTR.

in1

>>> SIRCLO Bantu ASICS Tingkatkan Pesanan 14 Kali Lipat Lewat Omnichannel

Menurut Kusnaedi, Taufik kerap terlibat keributan sejak masih anak-anak. Namun, setiap kali bermasalah dengan orang lain, ayahnya selalu membela sehingga Taufik tidak belajar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kalau kecil berantem sama orang, sama bapaknya dibelain. Sama tetangga juga begitu.

Kalau ada masalah, orang tuanya selalu membela, dimanja," ujar Kusnaedi, dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.

Kusnaedi menilai kebiasaan tersebut membuat Taufik tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa dimanjakan dan tidak mendapatkan pembinaan yang tepat dari keluarga.

Tak hanya itu, Kusnaedi juga mengungkap bahwa ayah Taufik, Tata, pernah menjadi korban amarah putranya.

>>> Kemenaker Ingatkan Nasib 5,3 Juta Pekerja Tergantung Industri Hasil Tembakau

Ia menyebut Taufik sempat memukul sang ayah hanya karena tidak tersedia lauk makanan di rumah.

Meski pernah menjadi sasaran kekerasan anaknya, Tata disebut tetap memanfaatkan keberadaan Taufik dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini, Taufik telah ditahan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat setelah ditangkap atas dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya, YTR.

Kasus tersebut menyita perhatian publik karena korban diduga mengalami penyiksaan dalam waktu yang panjang hingga kondisinya ditemukan sangat memprihatinkan.

>>> Prabowo Ungkap Elite yang Tak Mau Diajak Kerja Sama Hambat Pembangunan

Aparat kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyidikan.