Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menilai kehadiran Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, dapat mendorong pemanfaatan gas bumi dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Saya melihat ini adalah sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita.

in1

>>> Soal Mandatori B50, Pemerintah Diminta Tak Terburu-Buru

Apalagi ini kan menghasilkan ada LNG, ada LPG, ada kondensat, dan ada CNG juga.

Nah ini adalah merupakan bentuk daripada bauran energi dalam mengurangi impor LPG kita," ujar Bahlil.

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) merupakan fasilitas pengolahan gas yang menghasilkan multi-produk energi berupa LNG, CNG, LPG, kondensat, dan rencana CO2 liquid.

Suplai gas berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMSCF per hari.

Kapasitas produksi maksimal mini LNG plant ini setara dengan 55.300 ton per tahun dengan kapasitas tangki sebanyak 1.600.

Adapun kapasitas produksi untuk LPG 9.800 ton per tahun, gas kondensat 19.600 barrel per tahun, dan CO2 (liquid) 21.000 ton per tahun.

Seluruh komoditas dari mini LNG plant ini akan diserap sektor industri, retail, dan pembangkit listrik di Jawa, Bali, hingga Sulawesi.

Output produksi dan infrastruktur penyimpanan dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.

"Nah ini sangat membantu industri dalam rangka memberikan kepastian terhadap bahan baku. Sekarang kita di Jawa Timur masih oke, harganya masih oke.

>>> 3 Peserta Latihan Militer Kopdes Merah Putih Meninggal, KSP Dudung Bantah Ada Kelalaian

Di Jawa Barat, Banten, Bekasi, Jakarta, itu terjadi koreksi karena HGBT kita lagi menurun, karena lifting di sana lagi menurun.