DPRD Kota Bandung Dorong Penataan PKL dan UMKM yang Berorientasi pada Keberlangsungan Usaha
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati, menilai proses penataan kawasan perkotaan sering mengabaikan keberlangsungan usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, relokasi yang dilakukan selama ini hanya berhenti pada pemindahan fisik pedagang tanpa strategi untuk mempertahankan pelanggan.
>>> Kapal Pertamina Gamsunoro Sukses Melintasi Selat Hormuz
Akibatnya, banyak PKL dan UMKM mengalami penurunan omzet atau bahkan gulung tikar setelah dipindahkan.
Radea mendorong pemerintah daerah untuk menyusun tata cara relokasi yang lebih komprehensif.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memasang papan informasi di lokasi lama yang memuat alamat baru, nomor telepon, dan akun media sosial pedagang.
Papan informasi tersebut perlu dipasang dalam jangka waktu tertentu agar pelanggan lama tidak kehilangan jejak penjual langganan mereka.
Selain itu, Radea juga mendorong pemanfaatan media digital dan kanal media sosial milik pemerintah untuk menyebarluaskan lokasi baru para pedagang.
Ia menyoroti praktik yang kerap terjadi, yaitu penggusuran atau relokasi yang hanya diakhiri dengan pemberian kompensasi uang dan publikasi masif di media sosial.
Menurutnya, pendekatan semacam itu tidak menyentuh akar persoalan yang dihadapi pedagang.
"Kebutuhan para PKL dan UMKM bukan hanya bantuan sesaat, melainkan jaminan keberlangsungan usaha, akses terhadap pelanggan, kepastian lokasi berdagang, serta pendampingan pasca-relokasi," ujar Radea dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).
>>> Naik KA Sri Tanjung dari Jogja ke Banyuwangi Cuma Rp94.000, Simak Jadwal Terbaru 2026
Ia menambahkan, kompensasi finansial tanpa perencanaan keberlanjutan hanya akan menjadi solusi jangka pendek. Persoalan ekonomi yang dihadapi pedagang tidak akan benar-benar terselesaikan dengan cara seperti itu.
Update Terbaru
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Ini Batas Aman Kafein
Kamis / 25-06-2026, 15:36 WIB
Tumpahan Batu Bara Cemari Pantai Pangandaran, Habitat Penyu Terancam
Kamis / 25-06-2026, 15:36 WIB
Jawaban Tes Detektor Kebohongan Lisa BLACKPINK Picu Perdebatan soal Jisoo
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran 'John Lennon 07' Saat Terima Suap
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Kubu Richard Lee Soroti Kelemahan Dakwaan JPU dalam Eksepsi 24 Halaman
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Istri Eks Menag Yaqut Berterima Kasih atas Pembantaran KPK
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Purbaya Sidak Perusahaan Baja China, Cek Dugaan Ketidaksesuaian Pajak
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
BTS 'Dynamite' Cetak Sejarah: Video Musik Pertama Grup Tembus 2,1 Miliar Views di YouTube
Kamis / 25-06-2026, 15:30 WIB
Nestapa Venezuela: Krisis Ekonomi, Direcoki Trump, dan Gempa Bumi
Kamis / 25-06-2026, 15:30 WIB
Menkes Kaget Perundungan Jadi Keluhan Terbanyak Dokter
Kamis / 25-06-2026, 15:30 WIB
Akhir Tragis Qatar: Juara Asia Jadi Lumbung Gol Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 15:29 WIB
5 HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
Kamis / 25-06-2026, 15:29 WIB
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026: Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
Kamis / 25-06-2026, 15:28 WIB
Bendera Arab Saudi dan Irak Tak Dibentangkan di Piala Dunia 2026, Hormati Alquran
Kamis / 25-06-2026, 15:28 WIB






