Menurutnya, setiap kebijakan harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas, mulai dari peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan UMKM yang terhubung dengan industri film, penguatan ekonomi kreatif daerah, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja kreatif.

"Keberhasilan industri film tidak boleh hanya diukur dari jumlah layar atau jumlah tiket yang terjual.

in1

Yang lebih penting adalah seberapa besar industri ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, menghidupkan UMKM, dan memperkuat identitas budaya bangsa," jelasnya.

Novita meminta pemerintah menghadirkan kajian independen yang komprehensif mengenai dampak ekonomi penambahan layar bioskop, sehingga setiap keputusan didasarkan pada kebutuhan industri dan kondisi riil masyarakat.

"Kita tidak boleh terjebak pada logika bahwa semakin banyak layar maka industri otomatis semakin maju.

Yang harus diperkuat adalah ekosistemnya, keberpihakan regulasinya, serta kemampuan masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan industri kreatif tersebut.

>>> Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi di Gorontalo Aman

Jangan sampai kebijakan yang dimaksudkan untuk membantu justru melahirkan persoalan baru bagi perfilman nasional," ucap Novita.