Aktris Ratu Sofya kembali mengungkap fakta baru terkait produksi film Dosa: Penebusan Atau Pengampunan. Ia menyatakan tidak ada pendampingan dari penasihat keintiman selama proses syuting.

"Tidak ada. Tidak ada," jawab Ratu saat dikonfirmasi soal keberadaan intimacy coordinator, seperti dilansir dari Detikcom.

>>> Bill Gates Tampil sebagai Figuran di Sinetron India Kyunki

Profesi ini kembali menjadi sorotan setelah Ratu mengaku kurang nyaman dengan adegan seksual dalam film tersebut. Ketidaknyamanan itu membuatnya enggan terlibat dalam promosi film.

Kekasih Cornelio Sunny itu juga sebelumnya menyebut tim produksi tidak menyediakan body double untuk adegan tersebut.

Klaim Berbeda dari Produser

Pernyataan Ratu bertolak belakang dengan penjelasan produser HAS Pictures, Reza Aditya. "Iya betul.

Ya jadi sebenarnya kita syok sih, kita kaget gitu dengan statement-nya Ratu di podcast tersebut karena dia bilang gak nyaman apa segala macam," kata Reza di Kemang, Jakarta Selatan.

Reza menyatakan pemeran pengganti telah dipersiapkan sejak awal.

>>> Shopee Campus Cup Tawarkan Hadiah Rp 100 Juta dan Konser Gratis bagi Mahasiswa

Seluruh proses syuting juga diklaim sudah didiskusikan dengan keluarga Ratu, termasuk pembacaan naskah yang selalu didampingi ayah sang aktris.

Pihak produksi bahkan menyebut Ratu memilih menjalani sendiri adegannya karena merasa tidak terlalu vulgar. "Kita juga gak bikin film porno.

Kita film yang normal biasa lah, ada alur ceritanya," ujar Reza.

Peran Intimacy Coordinator di Industri Film

Perselisihan ini memicu perbincangan tentang profesi intimacy coordinator di industri perfilman Indonesia. Tugas utamanya adalah memastikan adegan kontak fisik atau bermuatan seksual berjalan aman dan nyaman bagi aktor.

>>> Seungmin Stray Kids Batal Tampil di The Governors Ball karena Cedera

Saat ini, industri perfilman Indonesia baru memiliki dua orang penasihat keintiman bersertifikat resmi, yaitu Runny Rudiyanti dan Putri Ayudya.