Ratu Sofya Bantah Somasi Orang Tua dan Ungkap Adegan Intim Film Dosa
Aktris Ratu Sofya dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya telah melayangkan somasi kepada ibu kandungnya, Intan. Ia juga memastikan tidak pernah melakukan tindakan hukum serupa terhadap sang ayah.
Pernyataan ini merespons pengakuan Intan sebelumnya yang mengklaim telah disomasi oleh sang anak untuk mengembalikan seluruh honor dari produksi film "Dosa" yang dijalani pada tahun 2024.
>>> Konser 25 Tahun Westlife di GBK Sold Out dalam 11 Jam
Ratu Sofya mengungkapkan bahwa konflik keluarga tersebut telah berlangsung hampir dua tahun. Permasalahan ini mulai berdampak negatif terhadap produktivitas kerjanya di dunia hiburan.
Meski upaya penyelesaian secara kekeluargaan sudah pernah ditempuh, hingga kini belum ada titik temu. "Permasalahan keluarga ini sudah berusaha saya selesaikan, tetapi memang belum bisa.
Kalau ditanya capek, sudah pasti saya sangat capek," ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/5).
Di samping masalah internal keluarga, polemik ini kian meruncing setelah Ratu Sofya membeberkan kondisi di balik layar film Dosa.
Ia menyebut tidak ada intimacy coordinator yang mendampingi aktor selama proses produksi.
>>> Meta Hadirkan Fitur Blokir Konten Pihak Ketiga di Threads untuk Pengiklan
Intimacy coordinator adalah peran profesional yang bertugas menjaga ruang kerja tetap aman, nyaman, dan legal bagi aktor saat melakoni adegan sensitif.
Ratu Sofya mengakui merasa tidak nyaman saat harus melakukan adegan intim dalam film tersebut.
Ketidaknyamanan di lokasi syuting diperparah oleh tekanan emosional dari konflik keluarga. Hal ini pada akhirnya memengaruhi kondisi kesehatan mentalnya.
Ratu Sofya juga mengekspresikan rasa kecewanya terhadap pernyataan pihak rumah produksi, HAS Pictures, dalam konferensi pers sebelumnya. Kekecewaan itu mendorongnya untuk bersuara di hadapan media.
Kendati demikian, ia enggan membeberkan lebih rinci mengenai perkembangan komunikasi terbarunya dengan pihak keluarga. "Saya berharap bisa menyelesaikan masalah ini secara pribadi, bukan untuk konsumsi publik.
>>> Nvidia Lepas Pasar Chip AI China ke Huawei Akibat Regulasi AS
Karena sejak awal, saya tidak pernah membuka permasalahan ini ke publik," pungkasnya.
Update Terbaru
Angin Puting Beliung Hisap Pria dari Apartemen Lantai 12 di China
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
IO Interactive Kembali Pegang Penuh Proyek RPG Online Setelah Xbox Dikabarkan Tarik Pendanaan
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
Film Avatar Aang: The Last Airbender Rilis Lebih Awal di Streaming Usai Bocor
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
Anime Ghost in the Shell Baru Umumkan Pengisi Suara Jepang
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Kerusuhan Geng Narkoba di Penjara Sri Lanka, 25 Tewas
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Messi Menangis Haru Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Argentina atas Mesir
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Siapkan Lahan Penampungan Sementara
Rabu / 08-07-2026, 03:28 WIB
Senator AS Bernie Sanders Kritik PHK Xbox di Tengah Laba Microsoft Rp1.600 Triliun
Rabu / 08-07-2026, 03:28 WIB
Anime Reborn as a Space Mercenary Umumkan Lagu Tema dari FLOW dan ASTERISM
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
SEKAI NO OWARI Rilis Video Musik Kolaborasi untuk Opening Theme Jaadugar: A Witch in Mongolia
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
18 Karakter Anime yang Bisa Mengalahkan Sung Jin-Woo, Diurutkan Berdasarkan Prestasi
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
Trump Siap Cabut Sanksi dan Buka Jalan Penjualan F-35 ke Turki, Israel Protes
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB
Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein Renovasi 10 Rumah Janda Usai Lagu Viral
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB
Gunakan Fake GPS untuk Absen, 577 ASN Pemkab Cirebon Terancam Sanksi Disiplin
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB







