Novita Hardini: Penambahan Layar Bioskop Bukan Solusi Instan
Film-film nasional masih menghadapi ketimpangan akses layar dan persaingan tidak seimbang dengan film impor yang memiliki modal serta jaringan distribusi lebih besar.
"Persoalan kita bukan semata kekurangan layar, tetapi bagaimana layar yang ada dapat memberikan ruang yang adil bagi film Indonesia.
Negara harus hadir memastikan bahwa film nasional tidak selalu kalah oleh mekanisme pasar yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek," ujar Novita.
Ia mendorong pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan untuk menghadirkan regulasi yang lebih afirmatif bagi perfilman nasional.
>>> Hutan dan Perdagangan Karbon Dunia: Apakah RI Siap Jadi Pemain Utama?
Kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat rantai ekosistem perfilman mulai dari produksi, distribusi, promosi, hingga akses penayangan.
Menurutnya, negara perlu berani mengambil langkah strategis untuk menciptakan iklim yang lebih sehat bagi industri film Indonesia, termasuk memastikan distribusi layar yang lebih berkeadilan bagi karya nasional.
"Yang dibutuhkan industri film Indonesia saat ini bukan sekadar penambahan infrastruktur fisik, tetapi keberpihakan kebijakan.
Kita perlu regulasi yang mampu melindungi, menumbuhkan, dan memperkuat daya saing film nasional di negeri sendiri," ujarnya.
Revisi UU Perfilman dan Roadmap Nasional
Novita juga menyoroti perlunya revisi Undang-Undang Perfilman yang dinilai sudah tidak mampu menjawab dinamika industri kreatif modern.
"Undang-Undang Perfilman yang ada saat ini sudah tidak cukup relevan menghadapi perubahan teknologi, platform distribusi digital, dan tantangan industri kreatif global.
Kita membutuhkan regulasi yang lebih progresif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan perfilman nasional," kata Novita.
Lebih lanjut, Novita meminta pemerintah menyusun roadmap perfilman nasional yang terukur dan berbasis data sebelum mengambil kebijakan ekspansi layar bioskop secara masif.
Update Terbaru
Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026 dengan Nominal Mencapai Rp2,1 Juta
Kamis / 25-06-2026, 15:49 WIB
Cek Bansos PKH dan BPNT 2026, Begini Cara Mengetahui Status Penerima Bantuan
Kamis / 25-06-2026, 15:49 WIB
4 Strategi SoftBank untuk Akselerasi Inovasi AI pada 2026
Kamis / 25-06-2026, 15:46 WIB
Cara Cek Bansos Lansia dan Disabilitas Online Lewat HP
Kamis / 25-06-2026, 15:46 WIB
Cek Bansos BPNT Online 2026: Cara Mudah Ketahui Status Penerima
Kamis / 25-06-2026, 15:46 WIB
Mayoritas Konsumen Daihatsu Adalah Pembeli Mobil Pertama
Kamis / 25-06-2026, 15:43 WIB
Isi Kepala Jokowi dan Gibran soal Prabowo: Ketakutan Politik 2029?
Kamis / 25-06-2026, 15:43 WIB
Rupiah Melemah, Perusahaan Asuransi Mulai Hitung Ulang Premi
Kamis / 25-06-2026, 15:42 WIB
Ekspor Kerajinan RI Tembus Rp2,97 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 4,08 Persen
Kamis / 25-06-2026, 15:42 WIB
Kemlu: Banyak Investor Baru Masuk, Hengkangnya Dua Perusahaan Tak Cerminkan Iklim Investasi
Kamis / 25-06-2026, 15:40 WIB
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Ini Batas Aman Kafein
Kamis / 25-06-2026, 15:36 WIB
Tumpahan Batu Bara Cemari Pantai Pangandaran, Habitat Penyu Terancam
Kamis / 25-06-2026, 15:36 WIB
Jawaban Tes Detektor Kebohongan Lisa BLACKPINK Picu Perdebatan soal Jisoo
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran 'John Lennon 07' Saat Terima Suap
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB






