Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi: Akses Rumah Diperluas atau Kian Ketat?
Namun, Syafruddin mengingatkan perluasan kriteria penerima berpotensi memperketat persaingan bagi kelompok berpenghasilan lebih rendah.
"Jika kuota FLPP, pasokan rumah subsidi, dan anggaran subsidi tidak bertambah sebanding, kelompok berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp6 juta dapat tersisih oleh calon pembeli bergaji Rp8 juta yang lebih bankable di mata perbankan," ujarnya.
Karena itu, ia menilai pemerintah perlu menerapkan sistem prioritas, bukan sekadar memperluas batas maksimal penghasilan penerima.
Perluasan akses belum tentu menyelesaikan persoalan kepemilikan rumah jika harga rumah dan lokasi hunian masih menjadi kendala.
"Kebijakan ini dapat meningkatkan kepemilikan rumah karena memperluas jumlah rumah tangga yang memenuhi syarat pembiayaan subsidi.
Akan tetapi, persoalan utama tetap berada pada harga rumah, lokasi, dan kemampuan mencicil," ujarnya.
Menurut dia, rumah murah yang berada jauh dari pusat aktivitas ekonomi justru dapat menimbulkan beban baru bagi masyarakat.
"Rumah murah di lokasi jauh dapat menciptakan beban baru karena biaya transportasi dan waktu tempuh meningkat. Kepemilikan rumah harus menaikkan kesejahteraan, bukan menambah beban utang jangka panjang," katanya.
Dari sisi sosial, Syafruddin melihat potensi kecemburuan sosial tetap terbuka apabila masyarakat berpenghasilan rendah merasa haknya direbut oleh kelompok yang lebih mampu.
"Persepsi ketidakadilan dapat muncul dari kelompok berpenghasilan lebih rendah yang merasa haknya direbut oleh pekerja bergaji lebih tinggi," ujarnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan proses verifikasi penerima berjalan ketat dan transparan.
Sementara dari sisi pembiayaan, ia menilai perluasan segmen penerima rumah subsidi memang dapat meningkatkan penyaluran KPR. Namun, perbankan tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Calon pembeli bergaji hingga Rp8,5 juta mungkin terlihat lebih layak kredit, tetapi kemampuan bayar tidak hanya ditentukan oleh gaji bulanan.
Bank harus menilai stabilitas pekerjaan, beban utang lain, jumlah tanggungan, lokasi kerja, biaya transportasi, dan ketahanan pendapatan terhadap guncangan ekonomi," ujarnya.
>>> 5 Tim yang Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Menurut Syafruddin, perluasan akses rumah subsidi dapat menjadi langkah positif selama pemerintah mampu menjaga pasokan rumah, memperbesar kuota subsidi, dan memastikan kelompok berpenghasilan rendah tetap menjadi prioritas utama penerima manfaat.
Update Terbaru
Kemenperin Bantah Isu Relokasi ke Vietnam, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Tetap Produksi
Rabu / 24-06-2026, 12:09 WIB
Eks Dosen ITB Soroti Kejanggalan Kasus Rp20 Juta Ketua BEM UBK
Rabu / 24-06-2026, 12:09 WIB
KPK Temukan Celah Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Klaim hingga Data Peserta Rawan
Rabu / 24-06-2026, 12:09 WIB
Bobby Nasution: Status Green Card UNESCO Kaldera Toba Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat dan Pariwisata
Rabu / 24-06-2026, 12:07 WIB
BPJS Kesehatan JKN: Layanan yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung
Rabu / 24-06-2026, 12:07 WIB
Portugal Puncaki Klasemen Grup K usai Hajar Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 12:06 WIB
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, AALI dan ITMG Paling Terdampak
Rabu / 24-06-2026, 12:04 WIB
5 Ciri Lampu Gantung yang Bagus Menurut Feng Shui, Perhatikan Bentuk dan Posisi
Rabu / 24-06-2026, 12:04 WIB
Drama SBS 'My Royal Nemesis' Berakhir Bahagia, Raih Rating Tinggi
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Seoul Jadikan Pusat Film sebagai Markas Permanen Sutradara Muda
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Update Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juni 2026 Turun Rp 18.000, 1 Gram Menjadi Rp 2,655 Juta
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Khutbah 26 Juni 2026: Balasan bagi Orang yang Berhijrah Jadi Renungan Muharram 1448 Hijriah
Rabu / 24-06-2026, 11:50 WIB
Timnas Sepakbola Indonesia Absen di Asian Games 2026, Ini Alasannya
Rabu / 24-06-2026, 11:50 WIB






