Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi: Akses Rumah Diperluas atau Kian Ketat?
"Akses rumah bukan cuma soal eligibility, tapi juga harga, lokasi, dan affordability jangka panjang.
Selama stok rumah subsidi masih dominan di pinggiran, keterjangkauan jadi parsial karena biaya transportasi menggerus manfaat cicilan murah," ujar Yusuf.
Ia menambahkan, berbagai insentif seperti pembebasan BPHTB dan PBG memang menurunkan biaya transaksi, tetapi tidak menyentuh akar masalah yaitu ketersediaan lahan dan produksi rumah di lokasi produktif.
Dari sisi sosial, Yusuf menilai perluasan kelompok penerima rumah subsidi juga dapat memunculkan persepsi ketidakadilan di masyarakat.
"Ini lebih soal legitimasi kebijakan daripada konflik langsung, tetapi tetap bisa menggerus dukungan publik jika tidak diimbangi transparansi dan penambahan unit," ujarnya.
Sementara dari sisi perbankan, risiko kredit secara agregat justru dapat membaik karena masuknya debitur dengan kemampuan keuangan yang relatif lebih kuat.
"Risiko kredit secara agregat bisa membaik karena masuknya debitur yang lebih kuat secara cash flow.
Namun heterogenitas segmen menuntut underwriting yang disiplin, karena tekanan target bisa mendorong pelonggaran standar di segmen bawah," kata Yusuf.
>>> Momen Taufik Hidayat Digiring Polisi Usai Ditangkap
Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai kenaikan batas penghasilan MBR merupakan langkah realistis mengingat kenaikan biaya hidup dan harga rumah.
"Batas lama membuat banyak pekerja formal berada di posisi tanggung. Penghasilannya terlalu tinggi untuk masuk kategori bantuan, tetapi belum cukup kuat untuk membeli rumah komersial," kata Syafruddin.
Menurut dia, kemiskinan perumahan tidak selalu identik dengan kemiskinan pendapatan.
Pekerja bergaji Rp8 juta per bulan tetap bisa kesulitan membeli rumah jika tinggal di wilayah dengan harga tanah mahal, biaya transportasi tinggi, dan memiliki tanggungan keluarga besar.
Update Terbaru
Kemenperin Bantah Isu Relokasi ke Vietnam, Dua Perusahaan Komponen Otomotif Tetap Produksi
Rabu / 24-06-2026, 12:09 WIB
Eks Dosen ITB Soroti Kejanggalan Kasus Rp20 Juta Ketua BEM UBK
Rabu / 24-06-2026, 12:09 WIB
KPK Temukan Celah Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Klaim hingga Data Peserta Rawan
Rabu / 24-06-2026, 12:09 WIB
Bobby Nasution: Status Green Card UNESCO Kaldera Toba Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat dan Pariwisata
Rabu / 24-06-2026, 12:07 WIB
BPJS Kesehatan JKN: Layanan yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung
Rabu / 24-06-2026, 12:07 WIB
Portugal Puncaki Klasemen Grup K usai Hajar Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 12:06 WIB
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, AALI dan ITMG Paling Terdampak
Rabu / 24-06-2026, 12:04 WIB
5 Ciri Lampu Gantung yang Bagus Menurut Feng Shui, Perhatikan Bentuk dan Posisi
Rabu / 24-06-2026, 12:04 WIB
Drama SBS 'My Royal Nemesis' Berakhir Bahagia, Raih Rating Tinggi
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Seoul Jadikan Pusat Film sebagai Markas Permanen Sutradara Muda
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Update Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juni 2026 Turun Rp 18.000, 1 Gram Menjadi Rp 2,655 Juta
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
Rabu / 24-06-2026, 11:54 WIB
Khutbah 26 Juni 2026: Balasan bagi Orang yang Berhijrah Jadi Renungan Muharram 1448 Hijriah
Rabu / 24-06-2026, 11:50 WIB
Timnas Sepakbola Indonesia Absen di Asian Games 2026, Ini Alasannya
Rabu / 24-06-2026, 11:50 WIB






