Pemerintah Kota Seoul mengumumkan perluasan besar Seoul Film Center sebagai markas permanen bersubsidi penuh bagi generasi sutradara berikutnya.

Fasilitas ini dilengkapi alat pelatihan kecerdasan buatan (AI), ruang kerja gratis, dan jaringan film yang melibatkan 23 universitas.

in1

>>> ALEPH: Musikus Indie yang Berkarya di Bayang-Bayang K-Pop

Untuk mengawali strategi ini, kota akan menyelenggarakan Film House Film Project 2026 Film Festival pada Jumat hingga Minggu.

Acara tiga hari dengan slogan "Beyond the Frame: Reconstructing Romance" ini mempertemukan kreator mahasiswa dari 23 universitas di seluruh negeri.

Festival ini menjembatani antusiasme mahasiswa dengan pasar film komersial, menghubungkan sutradara dari Yonsei, Sogang, Ewha Womans, dan Dongguk dalam satu jaringan kreatif.

Jadwal festival menampilkan 30 hingga 40 film pendek setiap hari di tiga layar utama dan bioskop atap Cinema Sky.

>>> Kolaborasi LE SSERAFIM, ILLIT, dan KATSEYE Tembus Billboard Hot 100

Selain pemutaran, kota mempertemukan sutradara mahasiswa dengan pelaku industri. Mitra media seperti Watchapedia dan SLR Rent mendukung acara ini, sementara seminar khusus membahas distribusi dan pasca-produksi.

Lee Soo-yeon, kepala Satuan Tugas Ekonomi Seoul, mengatakan kota bermaksud menggunakan pusat tersebut untuk mengembangkan ekosistem berkelanjutan bagi kreator independen.

Ke depannya, Seoul Film Center akan menawarkan pelatihan praktis gratis dalam produksi video berbasis AI, mengadakan kelas master dengan sutradara mapan, dan mengubah ruang kerja bersama di lantai delapan menjadi pusat inkubasi bebas sewa untuk klub film mahasiswa.

"Festival FHFP lebih dari sekadar pameran. Ini adalah platform pertumbuhan yang menghubungkan kreator muda langsung ke garis depan industri," kata Lee.

>>> 'Teach You a Lesson' Kukuh di Puncak Netflix Non-Inggris Pekan Ketiga

"Dengan membangun jaringan permanen untuk klub film mahasiswa, kami bertujuan memastikan pasokan bakat segar yang stabil ke lanskap media Seoul yang lebih luas."