Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan ekspor film Indonesia ke kancah internasional. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat ekosistem perfilman nasional.

Ia ingin festival film di berbagai daerah bersinergi dengan Festival Film Indonesia (FFI). Hal itu disampaikan dalam konferensi pers peluncuran FFI 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Harga Minyak Dunia Merosot Tajam Usai Kesepakatan Damai AS dan Iran

"Ke depan kita akan terus meningkatkan bagaimana daerah-daerah yang sudah punya festival film bisa menjadi bagian dari ekosistem film yang kuat bersama FFI," ujar Fadli Zon.

Komitmen ini sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945. Negara wajib memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

"Film-film kita harus semakin visible, semakin terlihat di dunia internasional," lanjutnya.

>>> Studi Ungkap Ciri Kepribadian Orang Berpenghasilan Tinggi

Dukungan untuk Festival Internasional

Kementerian Kebudayaan berkomitmen memfasilitasi insan perfilman untuk berkompetisi di festival internasional. Fadli Zon menegaskan pihaknya akan mendukung partisipasi aktif sineas Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, daerah, Danantara, koperasi, filantropis, dan pelaku industri harus bersinergi.

"Kita mendukung dan memfasilitasi semampu kita. Tapi ini perlu kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota," tambahnya.

>>> IHSG Diprediksi Konsolidasi Jelang Rebalancing FTSE dan Keputusan MSCI

Fadli Zon mengapresiasi Komite FFI 2026 di bawah pimpinan Ario Bayu. Ia mengajak semua pihak menjadikan FFI 2026 sebagai momentum merayakan kreativitas dan menginspirasi dunia.