Bukan Tolak Mubadala, Pemerintah Aceh Ingin Gas Andaman Gerakkan Ekonomi Lokal
Pemerintah Aceh mendorong agar pengembangan gas Andaman memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah.
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap proyek atau Mubadala Energy.
>>> Wamenperin: Pengkritik MBG Tahu Program Ini Tidak Salah
“Ya jadi sebenarnya bukan Pak Gubernur itu menolak proyek Andaman, bukan Pak Gubernur itu menolak Mubadala, bukan sama sekali tidak.
Tetapi ada hal yang diminta oleh Pak Gubernur untuk menunda. Jadi bukan menolak, jadi menunda,” kata Nasri dalam wawancara bersama Warta Ekonomi.
Pemerintah Aceh meminta penundaan Plan of Development (PoD) dengan dua perhatian utama. Pertama, fasilitas pengolahan gas diharapkan dapat dilakukan di darat melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.
Kedua, sebagian alokasi gas diminta dapat diberikan untuk Aceh.
“Alasannya dua, satu beliau minta agar fasilitas pengolahan gas itu dapat dilakukan di KEK Arun di darat pakai OPF.
Kemudian meminta agar alokasi tersebut dapat diberikan untuk Aceh karena isunya kan pipanya sudah tersambung ke Jawa.
Isu di Aceh itu adalah gas Aceh dibawa ke Jawa,” ujar Nasri.
Menurut Nasri, dua permintaan itu berkaitan langsung dengan agenda ekonomi daerah.
Pengolahan gas di darat dan alokasi gas untuk Aceh diharapkan dapat memicu aktivitas industri, membuka lapangan kerja, serta membantu menekan kemiskinan dan pengangguran.
“Jadi dua hal itu. Kenapa beliau meminta dua hal itu?
Agar yang pertama terjadinya pertumbuhan ekonomi di Aceh, terciptanya lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka pengangguran,” katanya.
Dorongan manfaat lokal itu mengemuka di tengah besarnya potensi gas di South Andaman.
Mubadala Energy sebelumnya mengumumkan penemuan Layaran-1 pada 2023 dengan potensi lebih dari 6 triliun kaki kubik (TCF) gas in place.
Update Terbaru
Aceh Dibidik Investor Migas Global, BPMA Dorong Eksplorasi Baru
Selasa / 23-06-2026, 12:42 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 24 - 28 Juni 2026
Selasa / 23-06-2026, 12:41 WIB
Gibran Disorot Usai Mahasiswa Ngaku Terima Uang, Publik Tunggu Klarifikasi
Selasa / 23-06-2026, 12:39 WIB
Ekonom: Pasar Respons Positif Kenaikan BI Rate, Rupiah Menguat
Selasa / 23-06-2026, 12:38 WIB
Menkes Budi Pastikan Korban Penyekapan Bandung Jalani Rekonstruksi Wajah di RSHS
Selasa / 23-06-2026, 12:38 WIB
Biaya dan Minimnya Dorongan Pasar Jadi Kendala UMKM Urus Sertifikasi Halal
Selasa / 23-06-2026, 12:28 WIB
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi
Selasa / 23-06-2026, 12:28 WIB
Wanita Brasil Dihukum Penjara karena Menguntit Jung Kook BTS
Selasa / 23-06-2026, 12:23 WIB
Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
Selasa / 23-06-2026, 12:23 WIB
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
SmartThings Segera Dukung Matter 1.6 untuk Kemudahan Setup dan Keamanan
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak, Pemain dan Penonton Dievakuasi
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
Terapi Regeneratif Stem Cell: Harapan Baru Pemulihan Pasca Stroke
Selasa / 23-06-2026, 12:21 WIB
OpenAI Perluas Inisiatif Daybreak dengan Codex Security, GPT-5.5-Cyber, dan Patch the Planet
Selasa / 23-06-2026, 12:21 WIB






