Sembilan stasiun yang pada 2025 belum melayani pelanggan naik-turun kini mencatat 184.136 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026.

Angka ini membuka harapan baru bagi pedagang kecil, kuliner lokal, transportasi lanjutan, dan usaha mikro kecil di sekitar stasiun.

in1

>>> Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar

Bagi pelanggan, stasiun adalah tempat berangkat dan tiba. Bagi pedagang kecil, stasiun adalah tempat menaruh harapan.

Setiap kereta yang berhenti membawa kemungkinan baru: nasi bungkus terbeli, kopi panas diminum, gorengan habis sebelum siang, ojek lokal mendapat pelanggan, dan oleh-oleh rumahan dibawa ke kota lain.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2026 KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan, meningkat 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Angka tersebut berasal dari berbagai layanan, termasuk KAI Commuter, LRT, dan Whoosh.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, mobilitas pelanggan kereta api membawa arti yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Di balik satu tiket kereta api, ada banyak tangan kecil yang ikut merasakan manfaatnya," ujar Anne.

Untuk layanan KA Jarak Jauh dan Lokal, sepanjang Januari–Mei 2026 tercatat 24.372.733 pelanggan, tumbuh 9,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Pada Mei 2026 saja, volume pelanggan mencapai 5.154.293, naik 15,6 persen dibanding Mei 2025.

Stasiun Kecil, Dampak Besar

Cerita paling menyentuh tampak dari stasiun-stasiun kecil.

Sembilan stasiun yang pada 2025 tidak melayani naik-turun kini mencatat total 184.136 pelanggan, terdiri atas 91.850 naik dan 92.286 turun.

Stasiun-stasiun itu adalah Wonogiri (63.667 pelanggan), Kayutanam (52.475), Sicincin (41.681), Sukoharjo (8.424), Solo Kota (8.107), Comal (6.135), Pasarnguter (3.007), Plabuan (398), dan Rajapolah (242).