Namun, instrumen fisik dinilai kurang efisien untuk perdagangan jangka pendek.

Saat ini, selisih harga (spread) emas Antam cukup lebar, yakni sekitar Rp 267.000 per gram.

in1

Bagi pelaku pasar dengan horizon investasi pendek hingga menengah, emas digital atau emas spot dinilai lebih menguntungkan.

Instrumen ini menawarkan likuiditas tinggi, biaya transaksi rendah, serta selisih harga yang tipis.

Strategi pembelian bertahap dengan metode dollar cost averaging (DCA) direkomendasikan bagi investor baru saat momentum koreksi harga.

Sementara itu, investor lama disarankan mempertahankan portofolio atau melakukan buy on weakness saat harga melemah.

Tren pergerakan harga emas ke depan diprediksi masih bergantung pada perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Dinamika politik domestik AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia juga menjadi faktor penentu.

Jika pelonggaran kebijakan moneter berlanjut, harga emas spot berpeluang bullish menguji level US$ 4.500 hingga US$ 4.700 per ons troi.

>>> PT Bach Multi Global Targetkan Dana IPO Rp 307 Miliar

Sementara itu, emas Antam diproyeksikan menguat kembali ke rentang Rp 2,85 juta hingga Rp 3 juta per gram pada akhir 2026.