Kementerian Pertanian menargetkan swasembada bawang putih nasional dapat tercapai dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Langkah ini diambil untuk menekan angka impor yang saat ini menguasai 90 persen pasokan.

in1

>>> Jadwal Piala Dunia 18 Juni 2026: Portugal vs RD Kongo dan Inggris vs Kroasia

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa komoditas ini memerlukan lahan di dataran tinggi dan ketersediaan bibit lokal yang memadai.

"Kita butuh at least 3-4 tahun untuk bisa mencapai swasembada ini," ujarnya.

Kementerian telah mengidentifikasi tiga kawasan potensial, yaitu Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung, dan Humbang Hasundutan.

"Tantangannya, nyari tempatnya yang kurang lebih mirip-mirip seperti itu, tempatnya yang tinggi," jelas Sudaryono.

Ketergantungan impor yang berkepanjangan membuat Indonesia tidak memiliki stok bibit mandiri. Sudaryono menegaskan bahwa negara lain tidak mungkin menyuplai bibit untuk target lahan 100 ribu hektare sekaligus.

Pasokan bibit luar negeri yang masuk dalam jumlah terbatas harus melalui proses penangkaran oleh kelompok tani lokal. Hal ini bertujuan agar bibit dapat beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia.

Pemerintah bersinergi dengan Asosiasi Petani Bawang, ID FOOD, Bulog, dan PTPN untuk menggarap lahan awal seluas 5.000 hektare pada tahun ini.

>>> Kemenkes Prediksi Kenaikan Harga Obat Akibat Pelemahan Rupiah

"Mulai jalan tahun ini, tahun ini kita 5 ribu hektare.

Pakai APBN 5.000 hektare, BUMN sama swastanya diharapkan 20 ribu hektare karena kita mengarah ke 100 ribu hektare," tutur Sudaryono.

Alokasi anggaran dari APBN untuk tahap awal mencapai sekitar Rp400 miliar, dengan estimasi Rp75 juta per hektare.

"5 ribu hektare ya, jadi kira-kira Rp75 juta kali 5 ribu hektare, sekitar Rp400 miliaran lah," ungkap Sudaryono.

Seluruh hasil produksi dari pembibitan tahap awal tidak akan langsung dilepas ke pasar konsumsi.

Hasil tersebut akan diputar kembali menjadi pasokan bibit baru hingga memenuhi kuota lahan 100 ribu hektare.

Sudaryono menegaskan bahwa kuota impor akan terus dikurangi seiring dengan peningkatan produktivitas dalam negeri.

>>> Komdigi Dorong Danantara Biayai Energi Hijau untuk Pusat Data AI

"Sembari berjalan ini nanti kuota impornya InsyaAllah akan terus kita kurangi dengan mendorong produktivitas dalam negeri kita," tegasnya.