Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, mendorong pemerintah untuk mempercepat distribusi benih tahan kekeringan dan varietas unggul guna menekan risiko gagal panen akibat potensi El Nino Godzilla.

Menurut Eliza, varietas padi, jagung, dan kedelai yang lebih efisien dalam penggunaan air atau memiliki umur panen lebih cepat dapat membantu petani menghadapi kemarau panjang.

in1

>>> Oppo Reno 16 Series Resmi Meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026

Hal ini sekaligus mengurangi risiko penurunan produksi hingga 10–15 persen.

“Perlu juga penggunaan benih tahan kekeringan dan varietas unggul.

Varietas padi, jagung, kedelai yang lebih efisien air atau cepat panen dapat mengurangi risiko (gagal panen) 10–15 persen,” kata Eliza kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, percepatan distribusi dan adopsi benih unggul perlu diikuti dengan penyuluhan intensif agar petani dapat menerapkan teknologi budidaya secara optimal sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Penggunaan varietas yang tepat menjadi pelengkap penting bagi penguatan infrastruktur air karena kekeringan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada fase-fase kritis.

Eliza menjelaskan bahwa padi merupakan komoditas yang paling rentan terdampak El Nino karena membutuhkan air dalam jumlah besar, terutama pada fase berbunga dan pengisian biji.

“Padi ini sangat rentan karena butuh air banyak, terutama fase berbunga dan pengisian biji. Sawah tadah hujan dan irigasi sederhana paling terdampak (kekeringan),” ujarnya.

Selain padi, jagung juga cukup rentan terhadap kemarau, terutama pada fase pembungaan, meskipun kebutuhan airnya tidak sebesar padi.

Banyak tanaman jagung dibudidayakan di lahan kering atau pada musim kemarau sehingga tetap membutuhkan strategi mitigasi yang tepat melalui pemilihan varietas dan pengelolaan air yang baik.