Organisasi Pangan Dunia (FAO) memperkirakan produksi beras global pada musim 2026/2027 akan turun 1,6 persen menjadi 552,4 juta ton.

Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian cuaca akibat potensi fenomena El Nino.

in1

>>> Yamaha Segarkan Bebek Legendaris 135LC di Malaysia, Mirip MX King

Laporan FAO edisi Juni 2026 mencatat angka tersebut menyusut dibandingkan musim 2025/2026 yang mencapai 561,6 juta ton.

"Akibatnya, produksi beras global diperkirakan turun 1,6 persen dibandingkan rekor tertinggi pada musim 2025/2026," tulis laporan itu.

Hampir seluruh kawasan dunia diperkirakan terdampak penurunan hasil panen. Namun, wilayah Afrika dinilai aman dari ancaman penyusutan produksi pangan tersebut.

Untuk Asia, FAO menyebut dampak penurunan tidak terlalu signifikan.

Hal ini karena masa tanam di Asia terselamatkan oleh sistem irigasi yang baik dan dukungan sarana produksi yang memadai.

Tingkat konsumsi beras dunia diperkirakan tetap tinggi, mencapai 558,1 juta ton.

>>> FIFA Perkenalkan Sistem Patch Khusus Jersey di Piala Dunia 2026

Meski demikian, situasi ini tidak perlu memicu kepanikan karena sisa pasokan dari musim sebelumnya aman sebagai cadangan.

Cadangan beras global pada akhir periode 2026/2027 diproyeksikan bertahan di angka 213,8 juta ton. Jumlah tersebut menjadi rekor stok tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah Indonesia telah menyiapkan strategi mitigasi untuk mengantisipasi dampak El Nino.

Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan stok pangan nasional di tengah cuaca ekstrem.

"Baru saja kami dipanggil Bapak Presiden Republik Indonesia, beliau menanyakan progres tentang pertanian secara umum.

>>> Pemprov Maluku Utara Perpanjang Pendaftaran SPMB SMA dan SMK hingga 20 Juni 2026

Yang pertama kami laporkan bahwa stok kita per hari ini, bulan Juni, berada pada sekitar 5,2 juta ton," kata Amran di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).