Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional.

Daerah ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras warganya, tetapi juga memasok wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

in1

>>> Gelombang K/L Ajukan Tambahan Anggaran RAPBN 2027, Ekonom Soroti Desain Awal

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengungkapkan bahwa petani setempat menerapkan pola tanam dua kali setahun. Hal ini menjadi kunci keberlanjutan produksi pangan di daerah tersebut.

"Kita minta petani jika musim panen maka kembali melakukan percepatan tanam guna keberlanjutan produksi pangan," kata Rahmat di Lebak, Minggu.

Pemerintah Kabupaten Lebak mengapresiasi kerja keras para petani yang menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan di Banten.

Produksi beras Lebak selama ini juga dipasok ke berbagai daerah di luar wilayahnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabotabek.

Petani di Kabupaten Lebak mengelola lahan sawah dengan luas tambah tanam (LTT) mencapai 100 ribu hektare per tahun.

Mereka menerapkan indeks pertanaman (IP) dua kali tanam dalam setahun.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian, Kabupaten Lebak bersama Kabupaten Serang masuk dalam 10 kabupaten pemasok beras nasional untuk kebutuhan masyarakat Jabotabek.

"Kami mendorong produksi pangan di Lebak terus meningkat dan terbukti pada 2025 sebanyak 725.813 ton gabah kering pungut (GKP) dan jika dikonversikan beras mencapai 380.000 ton," katanya.

Menurut Rahmat, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Lebak yang berjumlah sekitar 1,4 juta jiwa mencapai 140 ribu ton per tahun.

>>> Kain Emas Hilang 2.000 Tahun Kembali, Persaingan Menghidupkan Kembali Bahan Tertua Industri

Dengan total produksi beras mencapai 380 ribu ton, daerah tersebut memiliki surplus sekitar 240 ribu ton yang dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional.