Kain Emas Hilang 2.000 Tahun Kembali, Persaingan Menghidupkan Kembali Bahan Tertua Industri
Selama berabad-abad, sutra laut terdengar terlalu aneh untuk menjadi nyata—benang emas yang ditarik dari laut, cukup ringan hingga terasa tidak nyata, dan langka hingga dikaitkan dengan kaisar, paus, dan relik suci.
Kini, para peneliti di Korea Selatan mengklaim telah menciptakan kembali serat emas yang mirip dengan sutra laut kuno menggunakan kerang pena (Atrina pectinata), sejenis kerang yang dibudidayakan di perairan pesisir Korea.
>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Elektronik hingga 50+20 Persen
Kisah yang lebih besar bukan hanya bahwa bahan legendaris itu kembali. Melainkan bahwa warnanya berasal dari struktur serat itu sendiri, bukan dari pewarna, pigmen, atau logam.
Di dunia mode yang masih bergulat dengan polusi, penggunaan air, dan limbah, detail itu bisa menjadi penting jauh melampaui etalase museum dan sejarah barang mewah.
Kain Langka Kembali
Sutra laut sering disebut sebagai "serat emas dari laut".
Secara tradisional, bahan ini dibuat dari benang byssus Pinna nobilis, kerang Mediterania besar yang menggunakan serat tersebut untuk menempel pada bebatuan.
Bahan ini terkenal karena kilau emasnya yang hangat, bobot ringan, dan daya tahan.
Salah satu benda paling terkenal yang terkait dengannya adalah Wajah Suci Manoppello, relik keagamaan yang disimpan di Italia selama berabad-abad dan diyakini sebagian orang terbuat dari sutra laut.
Namun, ada masalah. Pinna nobilis kini terancam punah, dan Uni Eropa telah melarang pemanenannya.
Itu berarti sutra laut asli menjadi sangat langka, hanya diproduksi dalam jumlah kecil oleh segelintir pengrajin.
Kerang Pena Korea
Tim POSTECH yang dipimpin Profesor Dong Soo Hwang dan Profesor Jimin Choi mencari jalan lain.
Update Terbaru
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
Minggu / 21-06-2026, 17:48 WIB
Veda Ega Pratama Finis Kelima di Moto3 GP Ceko 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:44 WIB
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
Minggu / 21-06-2026, 17:42 WIB
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
5 Makanan Alami untuk Turunkan Asam Urat, Mudah Didapat
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
AS dan Iran Sepakati Memorandum Perdamaian, Pembicaraan di Swiss Tertunda
Minggu / 21-06-2026, 17:36 WIB
Pemkot Surabaya Dorong Industri Kreatif Lewat Surabaya Fashion Festival 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:32 WIB
Pramono: Pilah Sampah Kurangi Volume Sampah ke Bantar Gebang
Minggu / 21-06-2026, 17:32 WIB
Gerak Jalan Sarungan di Tangerang Perkuat Akhlak dan Ekonomi Warga
Minggu / 21-06-2026, 17:31 WIB
Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia
Minggu / 21-06-2026, 17:31 WIB
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
Minggu / 21-06-2026, 17:26 WIB
Dukuh Atas Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Terpadu di Jakarta
Minggu / 21-06-2026, 17:26 WIB
IHSG Diprediksi Mixed Cenderung Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham
Minggu / 21-06-2026, 17:24 WIB






