Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebaiknya memprioritaskan penguatan modal usaha pada tahap awal pengembangan.

Menurut Rizal, keuntungan koperasi tidak seluruhnya dibagikan kepada anggota. Sebagian harus disimpan sebagai cadangan modal untuk ekspansi dan keberlanjutan bisnis.

in1

>>> Dokter Kenalkan Prinsip SAHABAT Ginjal untuk Jaga Kesehatan Ginjal Anak

"Keuntungan yang diputar kembali menjadi modal akan membuat koperasi mampu membuka usaha baru, memperbesar omzet, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di desa," kata Rizal di Jakarta, Jumat.

Pemerintah menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disiapkan sebagai penggerak ekonomi desa dan sumber baru Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan 80 persen keuntungan koperasi akan dikembalikan kepada masyarakat desa.

Sisanya digunakan untuk memperkuat kapasitas pembangunan desa melalui PADes.

Yandri menambahkan skema tersebut dirancang agar manfaat ekonomi dari kegiatan usaha koperasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

>>> Manzambi Bahagia Cetak Dua Gol Debut di Piala Dunia untuk Swiss

Namun, Rizal mengingatkan skema itu perlu dihitung secara cermat agar tidak mengurangi kemampuan koperasi untuk berkembang dan memperkuat permodalannya.

Ia menjelaskan koperasi dengan modal kuat umumnya lebih mampu bertahan jangka panjang dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar dibanding koperasi yang terlalu cepat membagikan laba.

Di sisi lain, Rizal menilai KDMP tetap berpotensi menjadi sumber baru PADes jika mampu mengelola berbagai unit usaha secara profesional.

Usaha seperti penyediaan sembako, pupuk, logistik, hingga layanan simpan pinjam dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi koperasi dan desa.

>>> Mensesneg: Pertemuan Didit dengan Jokowi Murni Silaturahmi

"Namun, syarat utamanya adalah koperasi harus menghasilkan laba yang berkelanjutan, bukan sekadar bergantung pada suntikan modal pemerintah," katanya.