Kejagung Segel Gudang Berisi 17.600 Motor Listrik Badan Gizi Nasional
"Sehingga kami mengamankan motor-motor tersebut dengan cara menyegel, sehingga pergerakan motor itu kami pantau dari tim penyidik.
Namun demikian, perawatan motor itu tetap bisa dilakukan oleh penyedia karena belum diserahkan," tambah Syarief.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna menegaskan bahwa operasional kendaraan tersebut nantinya tidak akan terganggu.
>>> Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final Macau Open 2026
Kendaraan taktis operasional BGN ini tetap bisa dipergunakan setelah proses pendataan oleh tim penyidik selesai dilakukan.
"Kejaksaan memang menyegel dengan tujuan untuk mendata keberadaan motor-motor tersebut dan nantinya dapat digunakan oleh pihak BGN untuk operasional.
Namun dalam hal ini penggunaannya atau pergerakan harus sepengetahuan penyidik," kata Anang.
Respons Badan Gizi Nasional
Sebelumnya, manajemen internal Badan Gizi Nasional telah bersuara mengenai nasib pengadaan barang mewah pada masa kepemimpinan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari menyatakan komitmennya agar seluruh fasilitas yang dibeli menggunakan APBN dapat difungsikan secara optimal di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin (15/6/2026).
"Iya, nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma motor nih.
Semua yang sudah dibelanjakan di 2025, termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan, ya.
Ini bukan cuma untuk untuk motor lah itu nanti mungkin ada kebijakan tertentu," kata Arumsari.
Langkah evaluasi dan penyisiran ketat terhadap pos anggaran belanja negara juga terus dilakukan oleh internal BGN.
Pengetatan ini bertujuan untuk mengeliminasi potensi duplikasi output atau tumpang tindih anggaran pada tahun anggaran berjalan.
"Tapi poinnya nggak cuma itu, tuh kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT (Internet of Things), CCTV dan sebagainya yang sudah memang sudah terlanjur dibayar dimaksimalkan.
Nah, itu salah satu cara juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya yang bunyinya dan kurang lebih output-nya akan sama dengan yang 2025 kami billing no.
>>> BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Penyakit Kronis Guna Cegah Kebangkrutan Pasien
Itu nggak ada lagi di 2026," ucapnya.
Update Terbaru
Kuasa Hukum Richard Lee Ajukan Pengalihan Penahanan Jadi Tahanan Kota
Jumat / 19-06-2026, 15:25 WIB
Pisahkan Dana Liburan dari Tabungan Harian demi Stabilitas Finansial
Jumat / 19-06-2026, 15:25 WIB
MSCI Turunkan Penilaian Arus Informasi Pasar Modal Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 15:25 WIB
Davina Karamoy Jalani Pemeriksaan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel
Jumat / 19-06-2026, 15:25 WIB
Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama Iduladha 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:25 WIB
PHDI dan Prajaniti Hindu Audiensi dengan OIKN Bahas Pembangunan Pura IKN
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
Pemkot Makassar Tambah Verifikator di Sekolah Favorit pada SPMB 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
Cara Cek Info Pemadaman Listrik PLN Secara Cepat dan Akurat
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
Kesenjangan Literasi Keuangan Investor Muda Capai 16,74 Persen
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Pembatalan Dialog AS dan Iran
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.804 per Dolar AS di Pasar Spot
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
BRI KKB Tawarkan Promo Mobil Listrik dengan Bunga Mulai 3 Persen Flat
Jumat / 19-06-2026, 15:24 WIB
IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.191 karena Saham Blue Chip Anjlok
Jumat / 19-06-2026, 15:21 WIB
Adu Spesifikasi Redmi Turbo 5 dan OnePlus Nord 6, Mana Lebih Unggul?
Jumat / 19-06-2026, 15:21 WIB






