"Les molestaba que yo lo llamaba una vez por hora a mi hermano, para pasar informe de cómo estaba Diego.

No entendían cómo era la dinámica, se habrán sentido vigilados", tutur Alejandro Cottaro.

in1

Saksi juga membeberkan kondisi rumah yang tidak memadai, termasuk adanya genangan urine sepanjang sepuluh meter dari kamar tidur hingga ke kamar mandi yang dinilai terlalu sempit untuk ukuran tubuh Maradona.

"Me fui sin poder saludar a Diego, y después Diego murió y yo no lo podía creer. Hoy Diego debería estar comentando el Mundial", tambah Alejandro Cottaro.

Dalam persidangan yang sama, pendamping terapi lain bernama Carlos Bacchini turut memberikan kesaksian mengenai tindakan manipulatif yang dilakukan oleh lingkaran terdekat Maradona dalam menyaring komunikasi luar.

Bacchini menyatakan bahwa orang-orang di sekitar Maradona sering mengambil alih telepon genggam milik sang idola dan memberikan jawaban bohong kepada pihak luar yang mencoba menghubungi.

>>> Jumat Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Kasus hukum ini menyeret sejumlah figur penting di antaranya dokter pribadi Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov, psikolog Carlos Diaz, dokter klinis Pedro Di Spagna, serta beberapa koordinator perawat atas dugaan pembunuhan tidak berencana dengan kesengajaan tidak langsung.