Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi tercatat sebagai yang terburuk di dunia. Berdasarkan data IQAir pukul 06.11 WIB, indeks kualitas udara (AQI) mencapai angka 176.

Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi PM2.5 sebesar 91 mikrogram per meter kubik.

in1

>>> RCTI Siap Tayangkan Sinetron Komedi 'Tobat Jatuh Cinta' Mulai 22 Juni 2026

Tingkat ini dinilai berbahaya bagi kelompok sensitif dan dapat merusak tumbuhan serta nilai estetika.

Masyarakat disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, gunakan masker dan tutup jendela untuk mengurangi paparan udara kotor.

Peringkat kedua ditempati Beijing (China) dengan AQI 158, disusul Kinshasa (Kongo) 155, Addis Ababa (Ethiopia) 153, dan Johannesburg (Afrika Selatan) 143.

>>> IHSG Diprediksi Konsolidasi di Rentang 6.100-6.250 Jelang Pengumuman MSCI

Langkah Pemprov DKI Atasi Polusi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan respons cepat untuk menanggulangi pencemaran udara saat musim kemarau yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah tersebut meliputi peningkatan sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor. Pemprov juga mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dari berbagai aspek.

>>> Lion Air Buka Penerbangan Langsung Lombok-Kuala Lumpur Mulai 28 Juni 2026

Menurut Pemprov DKI, pengendalian polusi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan aksi terintegrasi antar organisasi perangkat daerah dan kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.