>>> Korban Gempa Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang

Kritik dari Dalam Negeri dan Israel

Kesepakatan damai sementara ini menuai kritik tajam dari kelompok oposisi di dalam negeri AS serta sekutu utama mereka, Israel.

in1

Senator Mississippi Roger Wicker mengecam alokasi dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS untuk Iran.

"Secara khusus, dana sebesar $300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran – meskipun tidak didanai oleh pembayar pajak AS – akan membuat pembayaran kepada Iran berdasarkan kesepakatan Presiden Obama tahun 2015 terlihat seperti jumlah yang sangat kecil," kata Wicker.

Menanggapi penolakan keras dari kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Israel, pihak Gedung Putih meminta sekutu mereka untuk melihat realitas geopolitik.

"Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia," kata Vance.

AS mengingatkan bahwa posisi Washington tetap merupakan sahabat terkuat bagi keselamatan Israel di panggung internasional. "Masalah bagi Israel bukanlah Donald J.

Trump," tegas Vance.

Di sisi lain, tensi antara Trump dan Netanyahu dilaporkan meningkat setelah serangan udara Israel di Lebanon sempat mengancam diplomasi ini.

Saat dikonfirmasi mengenai potensi dukungan militer jika Tel Aviv melancarkan serangan mandiri ke Iran, Trump memberikan jawaban bersyarat: "Jika itu bukan serangan yang signifikan — tentu saja."

Komitmen Iran dan Langkah Selanjutnya

Berdasarkan nota kesepahaman yang dirilis Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Teheran setuju membebaskan biaya jalur kapal komersial selama 60 hari.

Iran juga berkomitmen memulihkan arus lalu lintas penuh dalam waktu 30 hari.

>>> Kejagung Tahan Tersangka Baru Korupsi Makan Bergizi Gratis

Iran selanjutnya dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Oman untuk membahas administrasi maritim jangka panjang Selat Hormuz sesuai hukum internasional.